Tampilkan postingan dengan label Algoritma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Algoritma. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 November 2017

Struktur Data dengan C++


STRUKTUR DATA DENGAN C++

Berikut merupakan contoh sederhana pemrograman dengan bahasa C++, menggunakan
Borland C++
Contoh-1 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int a = 7;
char b = 'G';
clrscr();
printf("%c Merupakan Abjad Yang Ke - %d", b, a);
}
Pengenalan Tipe Data
Penjelasan Borland C++ memiliki 7 tipe data dasar
Tabel 2.1. Tipe Data
Tipe
Data
Ukuran
Memori Jangkauan Nilai Format Jumlah
Digit
Char 1 Byte -128 s.d 127
Int 2 Byte -32768 s.d 32767
Short 2 Byte -32768 s.d 32767
Long 4 Byte -2,147,435,648 s.d 2,147,435,647
Float 4 Byte 3.4 x 10-38 s.d 3.4 x 10+38 5 – 7
Double 8 Byte 1.7 x 10-308 s .d 1.7 x 10+308 15 – 16
Long
Double 10 Byte 3.4 x 10-4932 s.d 1.1 x 10+4932 19
#include<file-include>
main()
{
pernyataan;
}
Meilany 2
Tipe data merupakan bagian program yang paling penting karena tipe data mempengaruhi setiap
instruksi yang akan dilaksanakan oleh computer. Misalnya saja 5 dibagi 2 bisa saja menghasilkan hasil
yang berbeda tergantung tipe datanya. Jika 5 dan 2 bertipe integer maka akan menghasilkan nilai 2,
namun jika keduanya bertipe float maka akan menghasilkan nilai 2.5000000. Pemilihan tipe data
yang tepat akan membuat proses operasi data menjadi lebih efisien dan efektif.
Dalam bahasa C terdapat lima tipe data dasar, yaitu :
No Tipe Data Ukuran Range Format Keterangan
1 char 1 b y te -128 s/d 127 %c Karakter/string
2 int 2 byte - 32768 s/d 32767 %i , %d Integer/bilangan bulat
3 float `4 byte - 3.4E-38 s/d 3.4E+38 %f Float/bilangan pecahan
4 double 8 byte - 1.7E-308 s/d1.7+308 %lf Pecahan presisi ganda
5 void 0 byte - - Tidak bertipe
6 String - - %s String
Deklarasi Konstanta
Penjelasan Bentuk deklarasi konstanta diawali dengan reserved word const.
Bentuk penulisannya :
Konstanta merupakan suatu nilai yang tidak dapat diubah selama proses program berlangsung.
Konstanta nilainya selalu tetap. Konstanta harus didefinisikan terlebih dahulu di awal program.
Konstanta dapat bernilai integer, pecahan, karakter dan string. Contoh konstanta : 50; 13; 3.14;
4.50005; ‘A’; ‘Bahasa C’. Selain itu, bahasa C juga menyediakan beberapa karakter khusus yang
disebut karakter escape, antara lain :
\a : untuk bunyi bell (alert)
\b : mundur satu spasi (backspace)
\f : ganti halaman (form feed)
\n : ganti baris baru (new line)
\r : ke kolom pertama, baris yang sama (carriage return)
\v : tabulasi vertical
\0 : nilai kosong (null)
\’ : karakter petik tunggal
\” : karakter petik ganda
\\ : karakter garis miring
Variabel
Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu nilai tertentu di
dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu tetap, nilai dari suatu variable
bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan.
Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :
· Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa huruf. Bahasa C
bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap berbeda. Jadi antara nim, NIM dan
Nim dianggap berbeda.
const nama-konstanta = nilai konstanta;
Meilany 3
· Tidak boleh mengandung spasi.
· Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah (underscore). Yang
termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, = dsb
· Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
Contoh penamaan variabel yang benar : NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
Contoh penamaan variable yang salah : %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi,
penting!, dsb
variabel, dibagi menjadi dua jenis kelompok, yaitu :
· Variabel Numerik
· Variabel Teks
2.3.1. Variabel Numerik
Variabel numerik ini dibagi menjadi menjadi 3 (tiga) macam :
· Bilangan Bulat atau Integer
· Bilangan Desimal Berpresisi Tunggal atau Floating Point.
· Bilangan Desimal Berpresisi Ganda atau Double Precision.
2.3.2. Variabel Text
· Character ( Karakter Tunggal )
· String ( Untuk Rangkaian Karakter )
2.3.3. Deklarasi Variabel
Penjelasan Adalah proses memperkenalkan variabel kepada Borland C++ dan
pendeklarasian tersebut bersifat mutlak karena jika tidak diperkenalkan
terlebih dulu maka Borland C++ tidak menerima variabel tersebut.
Deklarasi Variabel ini meliputi tipe variabel, seperti : integer atau character
dan nama variabel itu sendiri. Setiap kali pendeklarasian variabel harus
diakhiri oleh tanda titik koma ( ; ).
Tabel 2.3. Deklarasi Variabel
TIPE VARIABEL SIMBOL DEKLARASI
Integer int
Floating Point float
Double Precision double
Karakter char
Unsigned Integer unsigned int
Unsigned Character unsigned char
Long Integer long int
Unsigned Long Integer unsigned long int
Bentuk penulisannya :
Tipe data nama variabel;
Meilany 4
Contoh Deklarasi int nama_mahasiswa;
char grade;
float rata_rata ;
int nilai;
K O D E P E N E N T U FO R MA T
. %c : Membaca sebuah karakter
. %s : Membaca sebuah string
. %i, %d : Membaca sebuah bilangan bulat (integer)
. %f, %e : Membaca sebuah bilangan pecahan (real)
. %o : membaca sebuah bilangan octal
. %x : Membaca sebuah bilangan heksadesimal
. %u : Membaca sebuah bilangan tak bertanda.
Perintah Keluaran
#include <stdio.h> //untuk mengaktifkan perintah printf dan scanf
#include <conio.h> //untuk mengaktifkan perintah getch()
Penjelasan Perintah standar output yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya
adalah :
· printf()
· puts()
· putchar()
· cout()
2.4.1 printf()
Penjelasan Fungsi printf() merupakan fungsi keluaran yang paling umum digunakan
untuk menampilkan informasi kelayar.
Bentuk Penulisan
String-Kontrol dapat berupa keterangan yang akan ditampilkan pada layar
beserta penentu format. Penentu format dipakai untuk memberi tahu
kompiler mengenai jenis data yang dipakai dan akan ditampilkan.
Argumen ini dapat berupa variabel, konstanta dan ungkapan.
Tabel 2.4. Penentu Format Printf()
TIPE DATA Penentu Format
Untuk printf()
Integer %d
Floating Point
Bentuk Desimal %f
printf("string-kontrol", argumen-1, argumen-2, …);
Meilany 5
Bentuk Berpangkat %e
Bentuk Desimal dan Pangkat %g
Double Precision %lf
Character %c
String %s
Unsigned Integer %u
Long Integer %ld
Long Unsigned Integer %lu
Unsigned Hexadecimal Integer %x
Unsigned Octal Integer %o
printf(“%c merupakan abjad yang ke - %d”,’b’,2);
b typenya char
Contoh-1 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int a = 7;
char b = 'G';
clrscr();
printf("%c Merupakan Abjad Yang Ke - %d", b, a);
}
a. Penggunaan Penentu Lebar Field
Penjelasan Bila ingin mencetak atau menampilkan data yang bertipe data FLOAT atau
pecahan, tampilan yang tampak biasanya kurang bagus. Hal tersebut dapat
diatur lebar field-nya dan jumlah desimal yang ingin dicetak. Berikut bentuk
penulisannya :
Contoh-2 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
Meilany 6
float a = 7.50, b = 243.21;
clrscr();
printf("Bilangan A = %f \n", a);
printf("Bilangan B = %f", b);
}
Output yang akan dihasilkan, jika tidak menggunakan panentu lebar field
adalah
Bilangan A = 7.500000
Bilangan B = 243.210007
Contoh-3 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
float a = 7.50, b = 243.21;
clrscr();
printf("Bilangan A = %4.1f \n", a);
printf("Bilangan B = %4.1f", b);
}
Output yang akan dihasilkan, jika menggunakan panentu lebar field adalah
Bilangan A = 7.5
Bilangan B = 243.2
2.4.2. puts()
Penjelasan Perintah puts() sebenarnya sama dengan printf(), yaitu digunakan untuk
mencetak string ke layar. puts() berasal dari kata PUT STRING.
Perbedaan antara printf() dengan puts() adalah :
Tabel 2.6. Perbedaan fungsi puts() dengan printf()
printf() puts()
Harus menentukan tipe data
untuk data string, yaitu %s
Tidak Perlu penentu tipe data
string, karena fungsi ini khusus
untuk tipe data string.
Untuk mencetak pindah baris,
memerlukan notasi ‘ \n ‘
Untuk mencetak pindah baris
tidak perlu notasi ‘ \n ‘ , karena
sudah dibeikan secara
otomatis.
Contoh-4 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
char a[4] = "BSI";
Meilany 7
clrscr();
puts("Saya Kuliah di. ");
puts(a);
}
2.4.3. putchar()
Penjelasan Perintah putchar() digunakan untuk menampilkan sebuah karakter ke layar.
Penampilan karakter tidak diakhiri dengan pindah baris.
Contoh-5 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
clrscr();
putchar('B');
putchar('S');
putchar('I');
}
2.4.4. cout()
Penjelasan Fungsi cout() merupakan sebuah objeck didalam Borland C++ digunakan
untuk menampilkan suatu data kelayar. Untuk menggunakan fungsi cout()
ini, harus menyertakan file header iostream.h .
Contoh-6 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
float a, b, c;
a=7.5; b=8.4; c=0
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A : "<<a;
cout<<"Masukan Nilai B : "<<b;
c = a + b;
cout<<"Masukan Nilai C : "<<c;
getch();
}
2.4.5. Fungsi Manipulator
Penjelasan Manipulator pada umumnya digunakan untuk mengatur tampilan layar,
untuk mengguakan manipulator ini file header yang harus disertakan file
header iomanip.h . Ada beberapa fungsi manipulator yang disediakan
oleh Borland C++, antara lain.
Meilany 8
· endl
· end
· flush()
· dec()
· hex()
· oct()
· setbase()
· setw()
· setfill()
· setprecision()
· setosflags()
Berikut akan dibahas beberapa fungsi manipulator, diantaranya :
a. endl
Penjelasan endl merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk
menyisipkan karakter NewLine atau mengatur pindah baris. Fungsi ini
sangat berguna untuk piranti keluaran berupa file di disk. File header yang
harus disertakan adalah file header iostream.h .
Contoh-7 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main()
{
float a, b, c;
a=7.5; b=8.4; c=0
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A : "<<a<<endl;
cout<<"Masukan Nilai B : "<<b<<endl;
c = a + b;
cout<<"Masukan Nilai C : "<<c<<endl;
getch();
}
b. ends
Penjelasan ends merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan untuk
menambah karakter null ( nilai ASCII NOL ) kederetan suatu karakter.
Fungsi ini akan berguna untuk mengirim sejumlah karakter kefile didisk
atau modem dan mangakhirinya dengan karakter NULL.. File header yang
harus disertakan adalah file header iostream.h .
Contoh-8 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main()
{
int a, b, c, d;
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A : "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B : "; cin>>b;
Meilany 9
c = a % b;
d = a * b;
cout<<"Hasil dari C = A % B adalah "<<c<<ends;
cout<<"Hasil dari D = A * B adalah "<<d<<ends;
getch();
}
c. dec, oct dan hex
Penjelasan dec, oct dan hex merupakan suatu fungsi manipulator yang digunakan
untuk menampilkan data dalam bentuk desimal, oktal dan hexadesimal.
File header yang harus disertakan adalah file header iomanip.h .
Contoh-9 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
void main()
{
int nilai = 10;
clrscr();
cout<<"Nilai = "<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Octal = "<<oct<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Hexadesimal = "<<hex<<nilai<<endl;
cout<<"Nilai ke Desimal = "<<dec<<nilai<<endl;
getch();
}
d. setprecision ()
Penjelasan Fungsi setprecision() merupakan suatu fungsi manipulator yang
digunakan untuk mengatur jumlah digit desimal yang ingin ditampilkan.
Fungsi ini biasa pada fungsi cout(), file header yang harus disertakan
adalah file header iomanip.h .
Contoh-10 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
# include <iomanip.h>
void main()
{
float a, b, c;
a = 25.77;
b = 23.45;
clrscr();
c = a * b;
Meilany 10
cout<<setiosflags(ios::fixed);
cout<<setprecision(1)<<c<<endl;
cout<<setprecision(2)<<c<<endl;
cout<<setprecision(3)<<c<<endl;
cout<<setprecision(4)<<c<<endl;
cout<<setprecision(5)<<c<<endl;
getch();
}
2.5. Perintah Masukan
Penjelasan Perintah standar input yang disediakan oleh Borland C++, diantaranya
adalah :
· scanf()
· gets()
· cout()
· getch
· getche()
2.5.1. scanf()
Penjelasan Fungsi scanf() digunakan untuk memasukkan berbagai jenis data.
Bentuk Umum dari fungsi ini adalah :
Keterangan simbol & merupakan pointer yang digunakan untuk menunjuk kealamat
variabel memori yang dituju.
Tabel 2.7. Penentu Format scanf()
TIPE DATA Penentu Format Untuk
scanf()
Integer %d
Floating Point
Bentuk Desimal %e atau %f
Bentuk Berpangkat %e atau %f
Double Precision %lf
Character %c
String %s
scanf("penentu format", &nama-variabel);
Meilany 11
Unsigned Integer %u
Long Integer %ld
Long Unsigned Integer %lu
Unsigned Hexadecimal Integer %x
Unsigned Octal Integer %o
Contoh-11 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
main()
{
int a, b, c = 0 ;
clrscr();
printf("Masukan Nilai A = "); scanf("%d",&a);
printf("Masukan Nilai B = "); scanf("%d",&b);
c = a + b;
printf("Hasil Penjumlahan = %d",c);
}
2.5.2. gets()
Penjelasan Fungsi gets() digunakan untuk memasukkan data string. Bentuk Umum
dari fungsi ini adalah :
Perbedaan antara scanf() dengan gets() adalah :
Tabel 2.8. Perbedaan scanf() dengan gets()
scanf() gets()
Tidak dapat menerima string yang
mengandung spasi atau tab dan
dianggap sebagai data terpisah
Dapat menerima string yang
mengandung spasi atau tab dan
masing dianggap sebagai satu
kesatuan data.
Contoh-12 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
main()
{
char nm1[20];
char nm2[20];
clrscr();
puts("Masukan nama ke - 1 = ");
gets(nm1);
printf("Masukan nama ke - 2 = ");
scanf("%s",&nm2);
printf("\n\n");
gets(nama-variabel-array);
Meilany 12
puts("Senang Berkenalan Dengan Anda ..");
puts(nm1);
printf("Senang Berkenalan Dangan Anda ..%s", nm1);
puts("Senang Berkenalan Dangan Anda ..");
puts(nm1);
printf("\n\n");
puts("Senang Berkenalan Dangan Anda ..");
puts(nm2);
printf("Senang Berkenalan Dangan Anda ..%s", nm2);
}
2.5.3. cin ()
Penjelasan Fungsi cin() merupakan sebuah objeck didalam C++ digunakan untuk
memasukkan suatu data. Untuk menggunakan fungsi cin() ini, harus
menyertakan file header iostream.h .
Contoh-13 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
# include <iostream.h>
main()
{
float a, b, c;
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A : ";
cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B : ";
cin>>b;
c = a + b;
cout<<"Masukan Nilai C : "<<c<<endl;
}
2.5.4. getch ()
Penjelasan Fungsi getch() (get character and echo) dipakai untuk membaca sebuah
karakter dengan sifat karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan
menekan tombol ENTER, dan karakter yang dimasukan tidak akan
ditampilkan di layar. File header yang harus disertakan adalah
conio.h.
Contoh-14 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
Meilany 13
main()
{
char kar;
clrscr();
printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = ");
kar = getch();
printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar);
getch();
}
2.5.5. getche()
Penjelasan Fungsi getche()dipakai untuk membaca sebuah karakter dengan sifat
karakter yang dimasukkan tidak perlu diakhiri dengan menekan tombol
ENTER, dan karakter yang dimasukan ditampilkan di layar. File header
yang harus disertakan adalah conio.h.
Contoh-15 # include <stdio.h>
# include <conio.h>
main()
{
char kar;
clrscr();
printf("Masukan Sebuah Karakter Bebas = ");
kar = getche();
printf("\nTadi Anda Memasukan karakter %c", kar);
getch ();
}
Selain itu kedua fungsi ini dapat digunakan untuk menahan agar tidak
langsung balik kembali kedalam listing program dan hasil dari program
yang di eksekusi dapat dilihat tanpa menekan tombol ALT – F5. Karena
fungsi getch() merupakan fungsi masukkan, jadi sebelum program keluar
harus menginputkan satu buah karakter.
. Operator Aritmatika
Penjelasan Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary
adalah :
Tabel 3.1. Operator Aritmatika
Operator Keterangan Contoh
* Perkalian 4 * 5
/ Pembagian 8 / 2
Meilany 14
% Sisa Pembagian 5 % 2
+ Penjumlahan 7 + 2
􀃭 Pengurangan 6 􀃭 2
Operator yang tergolong sebagai operator Unary, adalah :
Tabel 3.2. Operator Unary
Operator Keterangan Contoh
+ Tanda Plus 􀃭4
􀃭 Tanda Minus +6
Contoh-1 #include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>
main()
{
int a, b, c = 0, d = 0;
clrscr();
cout<<"Masukan Nilai A : "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B : "; cin>>b;
c = a % b;
d = a * b;
cout<<" Hasil dari C = A % B = "<<c<<endl;
cout<<" Hasil dari D = A * B = "<<d<<endl;
getch();
}
Bab 4 : Operasi Penyeleksian Kondisi
Penjelasan Pernyataan Percabangan digunakan untuk memecahkan persoalan untuk
mengambil suatu keputusan diantara sekian pernyataan yang ada. Untuk
keperluan pengambilan keputusan, Borland C++ menyediakan beberapa
perintah antara lain.
4.1. Pernyataan IF
Penjelasan Pernyataan if mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka perintah
akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan”. Dari
pengertian tersebut dapat dilihat dari diagram alir berikut:
salah
benar
Gambar 4.1. Diagram Alir IF
kondisi
perintah
Meilany 15
Bentuk umum dari pernyataan if
Penulisan kondisi harus didalam tanda kurung dan berupa ekspresi relasi dan penulisan
pernyataan dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan majemuk atau
pernyataan kosong. Jika pemakaian if diikuti dengan pernyataan majemuk, bentuk
penulisannya sebagai berikut :
Contoh 1 :
Menentukan besarnya potongan dari pembelian barang yang diberikan seorang pembeli, dengan
kriteria :
· Tidak ada potongan jika total pembelian kurang dari Rp. 50.000,-
· Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 50.000,- potongan yang diterima
sebesar 20% dari total pembelian.
Program-IF -
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
double tot_beli, potongan=0, jum_bayar=0;
clrscr();
cout<<"Total Pembelian Rp. ";
cin>>tot_beli;
if (tot_beli >= 50000)
potongan = 0.2 * tot_beli;
cout>>"Besarnya Potongan Rp. "<<potongan<<endl;
jum_bayar = tot_beli - potongan;
cout>>"Jumlah yang harus dibayarkan Rp. ",jum_bayar;
getch();
}
Contoh 2 :
Buatlah sebuah program menuliskan teks “Program Diploma Komputer” jika diinput sebuah
bilangan ganjil.
Program 2 :
//---------------------------------------------------------------------------
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
int main(int argc, char* argv[])
if (kondisi)
pernyataan;
if (kondisi)
{
pernyataan;
……
}
Meilany 16
{
int x;
printf("Masukkan sebuah bilangan = ");
scanf("%d",&x);
if(x%2!=0)
{
printf("Program Diploma Komputer");
}
getch();
return 0;
}
//---------------------------------------------------------------------------
4.1.1. Pernyataan IF - ELSE
Penjelasan Pernyataan if mempunyai pengertian, “ Jika kondisi bernilai benar, maka
perintah-1 akan dikerjakan dan jika tidak memenuhi syarat maka akan
mengerjakan perintah-2”. Dari pengertian tersebut dapat dilihat dari
diagram alir berikut
salah
benar
Gambar 7.2. Diagram Alir if-else
Bentuk umum dari pernyataan if
Perintah-1 dan perintah-2 dapat berupa sebuah pernyataan tunggal, pernyataan
majemuk atau pernyataan kosong. Jika pemakaian if-else diikuti dengan pernyataan majemuk,
bentuk penulisannya sebagai berikut :
Contoh
Menentukan besarnya potongan dari pembelian barang yang diberikan seorang pembeli, dengan
kriteria :
· jika total pembelian kurang dari Rp. 50.000,- potongan yang diterima sebesar 5% dari
total pembelian.
· Jika total pembelian lebih dari atau sama dengan Rp. 50.000,- potongan yang diterima
sebesar 20% dari total pembelian.
if (kondisi)
perintah-1;
else
perintah-2;
kondisi
Perintah-1 Perintah-2
if (kondisi)
{
perintah-1;
...
}
else
{
perintah-2;
...
}
Meilany 17
Program- IF-Else #include<stdio.h>
#include<conio.h>
#INCLUDE<iostream>
main()
{
double tot_beli, potongan=0, jum_bayar=0;
clrscr();
cout<<"Total Pembelian Rp. ";
cin>>tot_beli;
if (tot_beli >= 50000)
potongan = 0.2 * tot_beli;
else
potongan = 0.05 * tot_beli;
cout>>"Besarnya Potongan Rp. "<<potongan<<endl;
jum_bayar = tot_beli - potongan;
cout>>"Jumlah yang harus dibayarkan Rp. ",jum_bayar;
getch();
}
4.1.2. Pernyataan NESTED IF
Penjelasan Nested if merupakan pernyataan if berada didalam pernyataan if yang lainnya.
Bentuk penulisan pernyataan Nested if adalah :
Contoh
Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut:
· Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 20.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar
Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
if(syarat)
if(syarat)
􀂫 perintah;
else
􀂫 perintah;
else
if(syarat)
􀂫 perintah;
else
􀂫 perintah;
Meilany 18
· Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 20.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar
Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
· Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 50.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar
Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
Contoh-Nested-If #include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
float pendptan, jasa=0, komisi=0, total=0;
clrscr();
cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. ";
cin<pendptan;
if (pendptan >= 0 && pendptan <= 200000)
{
jasa=10000;
komisi=0.1*pendptan;
}
else
{
if(pendptan<=500000)
{
jasa=20000;
komisi=0.15*pendptan;
}
else
{
jasa=30000;
komisi=0.2*pendptan;
}
}
/* menghitung total */
total = komisi+jasa;
cout<<"Uang Jasa Rp. "<<jasa<<endl;
cout<<"Uang Komisi Rp. "<<komisi<<endl;
cout<<"============================="<<endl;
cout<<"Hasil Total Rp. "<<total<<endl;
getch();
}
4.1.3. Pernyataan IF – ELSE Majemuk
Meilany 19
Penjelasan Bentuk dari if-else bertingkat sebenarnya serupa dengan nested if,
keuntungan penggunanan if-else bertingkat dibanding dengan nested if
adalah penggunaan bentuk penulisan yang lebih sederhana.
Bentuk Penulisannya
Contoh
Suatu perusahaan memberikan komisi kepada para selesman dengan ketentuan sebagai berikut:
· Bila salesman dapat menjual barang hingga Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar
Rp. 10.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 10% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
· Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 200.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar
Rp. 20.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 15% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
· Bila salesman dapat menjual barang diatas Rp. 500.000 ,- , akan diberikan uang jasa sebesar
Rp. 30.000 ditambah dengan uang komisi Rp. 20% dari pendapatan yang diperoleh hari itu.
Contoh-IF-Else-IF
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
float pendptan, jasa=0, komisi=0, total=0;
clrscr();
cout>>"Pendapatan Hari ini Rp. ";cin<pendptan;
if (pendptan >= 0 && pendptan <= 200000)
{
jasa=10000;
komisi=0.1*pendptan;
}
else if(pendptan<=500000)
{
jasa=20000;
komisi=0.15*pendptan;
}
if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else if (syarat)
{
… perintah;
… perintah;
}
else
{
… perintah;
… perintah;
}
Meilany 20
else
{
jasa=30000;
komisi=0.2*pendptan;
}
/* menghitung total */
total = komisi+jasa;
cout<<"Uang Jasa Rp. "<<jasa<<endl;
cout<<"Uang Komisi Rp. "<<komisi<<endl;
cout<<"============================="<<endl;
cout<<"Hasil Total Rp. "<<total<<endl;
getch();
}
4.2. Pernyataan switch - case
Penjelasan Bentuk dari switch - case merupakan pernyataan yang dirancangan khusus
untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau
banyak alternatif penyelesaian. Pernyataan switch - case ini memiliki kegunaan
sama seperti if – else bertingkat, tetapi penggunaannya untuk memeriksa data
yang bertipe karakter atau integer. Bentuk penulisan perintah ini sebagai berikut :
Setiap cabang akan dijalankan jika syarat nilai konstanta tersebut dipenuhi dan default
akan dijalankan jika semua cabang diatasnya tidak terpenuhi.
Pernyataan break menunjukan bahwa perintah siap keluar dari switch. Jika pernyataan ini
tidak ada, maka program akan diteruskan kecabang – cabang yang lainnya.
Contoh-Switch-Case-1
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
switch (ekspresi integer atau karakter )
{
case konstanta-1 :
… perintah;
… perintah;
break;
case konstanta-2 :
… perintah;
… perintah;
break;
……
……
default :
… perintah;
… perintah;
}
Meilany 21
char kode;
clrscr();
cout<<"Masukkan Kode Barang [A..C] : ";
cin>>kode;
switch(kode)
{
case 'A' :
cout<<"Alat Olah Raga";
break;
case 'B' :
cout<<"Alat Elelktronik";
break;
case 'C' :
cout<<"Alat Masak";
break;
default:
cout<<"Anda Salah Memasukan kode";
break;
}
getch();
}
Contoh- Switch-Case-2
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
char kode;
clrscr();
cout<<"Masukkan Kode Barang [A..C] : ";
cin>>kode;
switch(kode)
{
case 'A' :
case 'a' :
cout<<"Alat Olah Raga";
break;
case 'B' :
case 'b' :
cout<<"Alat Elelktronik";
break;
case 'C' :
case 'c' :
cout<<"Alat Masak";
break;
default:
cout<<"Anda Salah Memasukan kode";
break;
}
getch();
Meilany 22
Proses Perulangan
Penjelasan Operasi perulangan selalu dijumpai didalam bahasa pemrograman, disini
akan dibahasa beberapa perintah perulangan diantaranya.
5.1. Pernyataan for
Penjelasan Perulangan yang pertama adalah for. Bentuk umum pernyataan for
sebagai berikut :
Bila pernyataan didalam for lebih dari satu maka pernyataan-pernyataan
tersebut harus diletakan didalam tanda kurung.
Kegunaan dari masing-masing argumen for diatas adalah :
· Inisialisasi : merupakan bagian untuk memberikan nilai awal untuk variabel-variabel tertentu.
· Syarat Pengulangan : memegang kontrol terhadap pengulangan, karena bagian ini yang
akan menentukan suatu perulangan diteruskan atau dihentikan.
· Pengubah Nilai Pencacah : mengatur kenaikan atau penurunan nilai pencacah.
Contoh :
Sebagai contoh program untuk mencetak bilangan dari 1 hingga 10 secara menaik, secara
menurun dan menampilkan bilangan ganjil, sebagai berikut:
Contoh-1 /* --------------------------- */
/* Program for - bilangan naik */
/* --------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
int a;
clrscr();
for(a = 1; a <= 10; ++a)
cout>>a;
getch();
}
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
pernyataan / perintah;
}
Meilany 23
Contoh-2 /* ---------------------------- */
/* Program for - bilangan turun */
/* ---------------------------- */
# include <stdio.h>
# include <conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
int a;
clrscr();
for(a = 10; a >= 1; --a)
cout>>a;
getch();
}
Contoh-3 /* ----------------------------- */
/* Program for - bilangan ganjil */
/* ----------------------------- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
int a;
clrscr();
for(a = 1; a <= 10; a+=2)
cout>>a;
getch();
}
Contoh-4 /* ------------------------------*/
/* Program Menampilkan Warna - 1 */
/* ------------------------------*/
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a=2, b=1, c=2, d=1, e;
clrscr();
for(e=1; 17>e; e++)
{
gotoxy(e, e); textcolor(e);
cprintf("\nwarna ke-%d",e);
}
textcolor(4+BLINK); cprintf("Borland C++");
getche();
Meilany 24
}
Contoh-5 /* ------------------------------*/
/* Program Menampilkan Warna - 2 */
/* ------------------------------*/
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
int main(void)
{
int i;
clrscr();
for (i=0; i<20; i++)
{
textattr(i + ((i+1) << 4));
cprintf("Borland C++\r\n");
}
getch();
return 0;
}
5.1.1. Pernyataan nested - for
Penjelasan Pernyataaan Nested for adalah suatu perulangan for didalam perulangan
for yang lainnya. Bentuk umum pernyataan Nested for sebagai berikut :
Didalam penggunaan nested-for, perulangan yang didalam terlebih dahulu
dihitung hingga selesai, kemudian perulangan yang diluar diselesaikan.
Contoh-6 /* ------------------------- */
/* Program for - Nested for */
/* ------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a, b;
clrscr();
for(a = 1; a <= 5; a++)
{
printf("\n");
for(b = a; b <= 5; b++)
printf(" %d ",a);
}
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah )
{
for ( inisialisasi; syarat pengulangan; pengubah nilai pencacah)
{
pernyataan / perintah;
}
}
Meilany 25
getch();
}
5.1.2. Perulangan Tidak Berhingga
Penjelasan Perulangan tak berhingga merupakan perulangan ( loop ) yang tak pernah
berhenti atau mengulang terus, hal ini sering terjadi disebabkan adanya
kesalahan penanganan kondisi yang dipakai untuk keluar dari loop.
Sebagai contoh, jika penulisan perintah sebagai berikut :
Contoh-6 /* ------------------------- */
/* Program for Tdk Berhingga */
/* ------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int bil;
clrscr();
for (bil = 60; bil >=10; bil++)
printf("%d", bil);
getch();
}
Pada pernyataan ini tidak akan berhenti untuk menampilkan bilangan
menurun, kesalahan terjadi pada pengubah nilai pencacah, seharusnya
penulisan yang benar berupa
bil --
Akan tetapi yang ditulis adalah :
bil ++
Oleh karena kondisi bil >= 1 selalu bernilai benar ( karena bil bernilai 6),
maka pernyataan
printf("%d", bil);
akan terus dijalankan.
Jika terjadi hal semacam ini, untuk menghentikan proses yang terus
menerus semacam ini denan menekan tombol CTRL – PAUSE atau CTRL
– BREAK.
5.2. Pernyataan goto
Penjelasan Pernyataan goto merupakan instruksi untuk mengarahkan eksekusi
program ke-pernyataan yang diawali dengan suatu label. Label merupakan
suatu pengenal (identifier) yang diikuti dengan tanda titik dua ( : ). Bentuk
pemakaian goto sebagai berikut :
goto label;
Contoh Penggunaan goto, dapat dilihat pada program berikut :
Meilany 26
Contoh-7 /* ------------------------------ */
/* Program dengan pernyataan goto */
/* ------------------------------ */
#include<iostream.h>
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
main()
{
int a, b;
char lagi;
atas:
clrscr();
cout>>"Masukkan Bilangan = ";
cin<<a;
b = a % 2;
printf("Nilai %d %% 2 adalah = %d",a, b);
printf("\n\nIngin Hitung Lagi [Y/T] : ");
lagi = getche() ;
if (lagi == 'Y' || lagi == 'y')
goto atas;
getch();
}
5.3. Pernyataan while
Penjelasan Pernyataan perulangan while merupakan instruksi perulangan yang mirip
dengan perulangan for. Bentuk perulangan while dikendalikan oleh syarat
tertentu, yaitu perulangan akan terus dilaksanakan selama syarat tersebut
terpenuhi.
Bentuk umum perulangan while, sebagai berikut :
Bentuk umum perulangan while, dengan lebih dari perintah / pernyataan,
sebagai berikut :
while ( syarat )
Pernyataan / perintah ;
while ( syarat )
{
Pernyataan / perintah ;
Pernyataan / perintah ;
}
Meilany 27
Contoh-8 /* ------------------- */
/* Program while01.cpp */
/* ------------------- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil=1;
clrscr();
while(bil<=10)
{
printf(" %d ",bil);
++bil;
}
getch();
}
Contoh-9 /* ------------------- */
/* Program while02.cpp */
/* ------------------- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil=2;
clrscr();
while(bil<=10)
{
printf(" %d ",bil);
bil+=2;
}
getch();
}
5.4. Pernyataan do - while
Penjelasan Pernyataan perulangan do - while merupakan bentuk perulangan yang
melaksanakan perulangan terlebih dahulu dan pengujian perulangan
dilakukan dibelakang.
Bentuk umum perulangan do - while, sebagai berikut :
Bentuk umum perulangan do - while, dengan lebih dari perintah /
pernyataan, sebagai berikut :
do
pernyataan / perintah ;
while ( syarat );
Meilany 28
Contoh-10 /* ------------------ */
/* Program do - while */
/* ------------------ */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil=2;
clrscr();
do
{
printf(" %d ",bil);
bil+=2;
}
while(bil<=10);
getch();
}
5.5. Pernyataan break
Penjelasan Pernyataan break telah dibahas pada pernyataan pengambilan keputusan
switch. Pernyataan break ini berfungsi untuk keluar dari struktur switch.
Selain itu pernyataan break berfungsi keluar dari perulangan ( for, while
dan do-while ). Jika pernyataan break dikerjakan, maka eksekusi akan
dilanjutkan ke pernyataan yang terletak sesudah akhir dari badan
perulangan ( loop ).
Contoh-11 /* ------------------------------- */
/* Program do - while dengan break */
/* ------------------------------- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil = 1;
clrscr();
do
{
if (bil >= 6)
break;
printf(" %d ",bil);
do
{
Pernyataan / perintah ;
Pernyataan / perintah ;
}
while ( syarat );
Meilany 29
}
while(bil++);
getch();
}
Contoh-12 /* ----------------------------- */
/* Perulangan FOR dengan break; */
/* ----------------------------- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int a=3, b=2, c=1, bil;
clrscr();
printf("Bil-A | Bil-B | Bil-C\n");
printf("-------------------------");
for(bil=1; bil<=10; ++bil)
{
a+=b; b+=c; c+=2;
printf("\n%d \t| %d \t| %d",a, b, c);
if(c==13)
break;
}
getche();
}
5.6. Pernyataan continue
Penjelasan Pernyataan continue digunakan untuk mengarahkan eksekusi ke iterasi
(proses) berikutnya pada loop yang sama, dengan kata lain
mengembalikan proses yang sedang dilaksanakan ke-awal loop lagi, tanpa
menjalankan sisa perintah dalam loop tersebut.
Contoh-13 /* ----------------------------- */
/* Perulangan FOR dengan coninue */
/* ----------------------------- */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
main()
{
int bil;
clrscr();
for(bil=1; bil<=10; ++bil)
{
if(bil==6)
continue;
Meilany 30
printf(" %d ",bil);
}
getch();
}
Fungsi
Penjelasan Fungsi (Function) merupakan blok dari kode yang dirancang untuk
melaksanakan tugas khusus.
Pada intinya fungsi berguna untuk :
- Mengurangi pengulangan penulisan program yang berulangan atau sama.
- Program menjadi terstruktur, sehingga mudah dipahami dan dikembangkan.
Fungsi-fungsi yang sudah kita kenal sebelumnya adalah fungsi main(), yang bersifat mutlak,
karena fungsi ini program akan dimulai, sebagai contoh yang lainnya fungsi printf() yang
mempunyai tugas untuk menampilkan informasi atau data kelayar dan masih banyak lainnya.
6.1. Struktur Fungsi
Penjelasan Sebuah fungsi sederhana mempunyai bentuk penulisan sebagai berikut :
nama_fungsi(argumen)
{
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
… pernyataan / perintah;
}
Keterangan:
- Nama fungsi, boleh dituliskan secara bebas dengan ketentuan, tidak menggunakan spasi
dan nama-nama fungsi yang mempunyai arti sendiri.
- Argumen, diletakan diantara tanda kurung “( )” yang terletak dibelakang nama fungsi.
Argumen boleh diisi dengan suatu data atau dibiarkan kosong.
- Pernyataan / perintah, diletakan diantara tanda kurung ‘{ }’.
Pada pemanggilan sebuah fungsi, cukup dengan menuliskan nama fungsinya.
Contoh pembuatan fungsi sederhana
Contoh-1 /* pembuatan fungsi garis() */
garis()
{
printf("\n----------------------\n");
}
/* program utama */
Meilany 31
main()
{
clrscr();
garis();
cout<<"AMIK BSI - Pondok Labu"<<endl;;
garis();
getche();
}
6.2. Prototipe Fungsi
Penjelasan Prototipe fungsi digunakan untuk menjelaskan kepada kompiler mengenai :
· Tipe keluaran fungsi.
· Jumlah parameter.
· Tipe dari masing-masing parameter.
Salah satu keuntungan pemakai prototipe, kompiler akan melakukan konversi antara tipe
parameter dalam definisi dan parameter saat pemanggilan fungsi tidak sama atau akan
menunjukkan kesalahan jika jumlah parameter dalam definisi dan saat pemanggilan berbeda.
Contoh prototipe fungsi :
Nama-fungsi
float total ( float a, float b); di-akhiri titik koma
Tipe parameter kedua
Tipe parameter pertama
Tipe keluaran fungsi
Jika dalam penggunaan fungsi yang dideklarasikan dengan menggunakan prototipe, maka
bentuk definisi harus diubah. Sebagai contoh pada pendefinisian berikut :
float total(a, b)
float a, y;
Bentuk pendefinisian diatas harus diubah menjadi bentuk modern pendefinisian fungsi :
Nama fungsi
float total(float a, float b) Tidak menggunakan titik koma
parameter b
Tipe parameter b
parameter a
Tipe parameter a
Tipe keluaran fungsi
Meilany 32
6.3. Parameter Fungsi
Penjelasan Terdapat dua macam para parameter fungsi, yaitu :
· Parameter formal adalah variabel yang ada pada daftar parameter dalam definisi fungsi.
· Parameter Aktual adalah variabel yang dipakai dalam pemanggilan fungsi.
Bentuk penulisan Parameter Formal dan Parameter Aktual.
Ada dua cara untuk melewatkan parameter ke dalam fungsi, yaitu berupa :
6.3.1. Pemanggilan dengan nilai ( Call by Value )
Penjelasan Pemanggilan dengan nilai merupakan cara yang dipakai untuk seluruh fungsi
buatan yang telah dibahas didepan. Pada pemanggilan dengan nilai, nilai dari
parameter aktual akan ditulis keparameter formal. Dengan cara ini nilai
parameter aktual tidak bisa berubah, walaupun nilai parameter formal berubah.
Contoh-2 /* ------------------------ */
/* Penggunaan Call By Value */
/* Program Pertukaran Nilai */
/* ------------------------ */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tukar(int x, int y);
main()
{
int a, b;
a = 88;
b = 77;
clrscr();
cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
Meilany 33
tukar(a,b);
cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
getch();
}
tukar(int x, int y)
{
int z;
z = x;
x = y;
y = z;
cout<<"\n\nNilai di dalam Fungsi Tukar()";
cout<<"\nx = "<<x<<" y = "<<y;
cout<<endl;
}
6.3.2. Pemanggilan dengan Referensi (Call by
Reference)
Penjelasan Pemanggilan dengan reference merupakan upaya untuk melewatkan alamat dari
suatu variabel kedalam fungsi. Cara ini dapat dipakai untuk mengubah isi suatu
variabel diluar fungsi dengan melaksanakan pengubahan dilakukan didalam
fungsi.
Contoh-3 /* ---------------------------- */
/* Penggunaan Call By Reference */
/* Program Pertukaran Nilai */
/* ---------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
tukar(int *x, int *y);
main()
{
int a, b;
a = 88;
b = 77;
clrscr();
cout<<"Nilai Sebelum Pemanggilan Fungsi";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
Meilany 34
tukar(&a,&b);
cout<<endl;
cout<<"\nNilai Setelah Pemanggilan Fungsi";
cout<<"\na = "<<a<<" b = "<<b;
getch();
}
tukar(int *x, int *y)
{
int z;
z = *x;
*x = *y;
*y = z;
cout<<endl;
cout<<"\nNilai di Akhir Fungsi Tukar()";
cout<<"\nx = "<<*x<<" y = "<<*y;
}
Pengiriman Data Ke Fungsi
6.5.1. Pengiriman Data Konstanta Ke Fungsi.
Penjelasan Mengirimkan suatu nilai data konstanta ke suatu fungsi yang lain dapat dilakukan
dengan cara yang mudah, dapat dilihat dari program berikut :
Contoh-5 /* ------------------------ */
/* Pengriman data Konstanta */
/* ------------------------ */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
luas(float sisi);
main()
{
float luas_bs;
clrscr();
luas_bs = luas(4.25);
cout<<"\nLuas Bujur Sangkar = "<<luas_bs;
getch();
}
luas(float sisi)
{
Meilany 35
return(sisi*sisi);
}
Keterangan :
Dalam struktur program diatas dilihat bahwa, pernyataan luas_bs(4.25), akan dikirimkan kepada
fungsi luas(), untuk diolah lebih lanjut, yang nilai tersebut akan ditampung pada variabel sisi.
6.5.2. Pengiriman Data Variabel Ke Fungsi
PenjelasanBentuk pengiriman data Variabel, sama seperti halnya pengiriman suatu nilai data
konstanta ke suatu fungsi, hanya saja nilai yang dikirimkan tersebut senantiasa
dapat berubah-ubah. Bentuk pengiriman tersebut dapat dilihat dari program berikut :
Contoh-6 /* ------------------------ */
/* Pengriman data Konstanta */
/* ------------------------ */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
luas(float sisi);
main()
{
float luas_bs, sisi_bs;
clrscr();
cout<<"\nMenghitung Luas Bujur Sangkar"<<endl;
cout<<"\nMasukan Nilai Sisi Bujur Sangkar : ";
cin>>sisi_bs;
luas_bs = luas(sisi_bs);
cout<<"\nLuas Bujur Sangkar = "<<luas_bs<<" Cm";
getch();
}
luas(float sisi)
{
return(sisi*sisi);
}
Meilany 36
Bab 7 : Array
Penjelasan Variabel Larik atau lebih dikenal dengan ARRAY adalah adalah Tipe terstruktur
yang terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang mempunyai tipe yang sama.
Suatu Array mempunyai jumlah komponen yang banyaknya tetap. Banyaknya
komponen dalam suatu larik ditunjukan oleh suatu indek untuk membedakan
variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.
Variabel array dalam Borland C++, dapat digolongkan menjadi tiga buah dimensi :
· Array Berdimensi Satu.
· Array Berdimensi Dua
· Array Berdimensi Tiga.
Pembahasan ini, hanya dibatasi pada Array Berdimensi Dua saja :
7.1. Array Berdimensi Satu
Penjelasan Sebelum digunakan, variabel array perlu dideklarasikan terlebih dahulu. Cara
mendeklarasikan variabel array sama seperti deklarasi variabel yang lainnya,
hanya saja diikuti oleh suatu indek yang menunjukan jumlah maksimum data
yang disediakan.
Deklarasi Array Bentuk Umum pendeklarasian array :
Keterangan :
· Type Data : Untuk menyatakan type data yang digunakan.
· Ukuran : Untuk menyatakan jumlah maksimum elemen array.
Contoh Pendeklarasian Array
float Nil_Akhir[6];
Jumlah Elemen Array
Nama Array
Tipe data elemen array
Suatu array dapat digambarkan sebagai kotak panjang yang berisi kotak-kotak kecil
didalam kotak panjang tersebut.
Elemen Array
0 1 2 3 4 5 S ub s cri pt / Ind e x
Tipe-Data Nama_Variabel[Ukuran]
elemen
1
elemen
2
elemen
3
elemen
4
elemen
5
elemen
6
Meilany 37
ARRAY NIL_AKHIR
Subscript atau Index array pada Borland C++, selalu dimulai dari Nol ( 0 )
Mengakses Suatu array, dapat diakses dengan menggunakan subscript atau index
nya:
Elemen Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
Contoh Nil_Akhir[3];
Nil_Akhir[1];
Nil_Akhir[0];
Contoh-1 /* ---------------------------- */
/* Program Array Satu Dimensi */
/* ---------------------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
main()
{
int i;
char nama[5][20];
float nilai1[5];
float nilai2[5];
float hasil[5];
clrscr();
for(i=1;i<=2;i++)
{
cout<<"Data Ke - "<<i<<endl;
cout<<"Nama Siswa : "; gets(nama[i]);
cout<<"Nilai Teori : "; cin>>nilai1[i];
cout<<"Nilai Praktek : "; cin>>nilai2[i];
hasil[i] = (nilai1[i] * 0.40)+ (nilai2[i] *
0.60);
cout<<endl;
}
cout<<"------------------------------------------";
cout<<"-------"<<endl;
cout<<"No. Nama Siswa Nilai Nilai ";
cout<<"Hasil"<<endl;
cout<<" Mid Tes FInal ";
cout<<"Ujian"<<endl;
cout<<"------------------------------------------";
cout<<"-------"<<endl;
for(i=1;i<=2;i++)
Nama_Array[Subscript/Index]
Meilany 38
{
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(4)<<i;
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(20)<<nama[i];
cout<<setprecision(2)<<" "<<nilai1[i];
cout<<setprecision(2)<<" "< <nilai2[i];
cout<<setprecision(2)<<" "<<hasil[i]<<endl;
}
cout<<"------------------------------------------";
cout<<"-------"<<endl;
getch();
}
Inisialisasi Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk
Array pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut :
Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array };
Contoh float nilai[5] = {56.5, 66.7, 87.45, 98,5, 78.9 };
Contoh-2 /* ----------------------------- */
/* Inisialisasi Array Dimensi 1 */
/* ----------------------------- */
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#include<iomanip.h>
void main()
{
float nilai[5] = {56.4, 67.6, 57.7, 76.3, 72.5};
int i;
clrscr();
for(i=0; i<5; i++)
{
cout<<"Nilai Array Index ke - "<<i<<" = ";
cout<<setprecision(1)<<nilai[i]<<endl;
}
getch();
}
7.2. Array Berdimensi Dua
Penjelasan Array dimensi dua tersusun dalam bentuk baris dan kolom, dimana indeks
pertama menunjukan baris dan indeks kedua menunjukan kolom. Array
dimensi dua dapat digunakan seperti pendatan penjualan, pendataan nilai
dan lain sebagainya.
Meilany 39
Deklarasi Array Bentuk Umum pendeklarasian array :
Keterangan :
· Type Data : Untuk menyatakan type data
yang digunakan.
· Index-1 : Untuk menyatakan jumlah baris
· Index-2 : Untuk menyatakan jumlah
kolom
Contoh Pendeklarasian Array
Sebagai contoh pendeklarasian yang akan kita gunakan adalah
pengolahan data penjualan, berikut dapat anda lihat pada tabel berikut :
Data Penjualan Pertahun
Jenis Barang Tahun Penjualan
2001 2002 2003
Printer 150 159 230
Monitor 100 125 150
Keyboard 210 125 156
Tabel 7.1. Tabel Data Penjualan Pertahun
Jika anda lihat dari tabel 7.1 diatas maka dapat dituliskan kedalam array
dimensi dua berikut :
int data_jual[3][3];
Jumlah Kolom
Jumlah Baris
Nama Array
Tipe data elemen array
Mengakses Suatu array, dapat diakses dengan menggunakan subscript atau index
nya:
Elemen Bentuk umum pengaksesan dengan bentuk :
Contoh data_jual[2][2];
data_jual[1][2];
Contoh-3 /* ---------------- */
/* Array Dimensi 2 */
/* ---------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
Tipe-Data Nama_Variabel[index-1][index-2]
Nama_Array[index-1][index-2]
Meilany 40
#include<iomanip.h>
main()
{
int i, j;
int data_jual[4][4];
clrscr();
for(i=1;i<=3;i++)
{
for(j=1;j<=3;j++)
{
cout<<"Data Ke - "<<i<<" "<<j<<endl;
cout<<"Jumlah Penjulan : ";
cin>>data_jual[i][j];
}
}
cout<<"Data Penjualan Pertahun"<<endl;
cout<<"-----------------------"<<endl;
cout<<"NO 2001 2002 2003"<<endl;
cout<<"-----------------------"<<endl;
for(i=1;i<=3;i++)
{
cout<<setiosflags(ios::left)<<setw(5)<<i;
for(j=1;j<=3;j++)
{
cout<<setiosflags(ios::right)<<setw(4);
cout<<data_jual[i][j];
cout<<" " ;
}
cout<<endl;
}
cout<<"-----------------------"<<endl;
getch();
}
Inisialisasi Inisialisasi adalah memberikan nilai awal terhadap suatu variabel. Bentuk
Array pendefinisian suatu array dapat dilihat dari contoh berikut :
Tipe_data nama_array[jml_elemen] = { nilai array };
Contoh float data[2][5] = { {2, 3, 4, 5, 2},
{4, 2, 6, 2, 7},
};
Contoh-3 /* ---------------- */
/* Array Dimensi 2 */
/* Copyright 1995 */
Meilany 41
/* Abdul Kadir */
/* ---------------- */
#include<conio.h>
#include<stdio.h>
#include<iostream.h>
void main()
{
int i, j;
int huruf[8][8] =
{
{1,1,1,1,1,1,0,0},
{1,1,0,0,0,1,0,0},
{1,1,0,0,0,1,0,0},
{1,1,1,1,1,1,1,0},
{1,1,0,0,0,0,1,0},
{1,1,0,0,0,0,1,0},
{1,1,0,0,0,0,1,0},
{1,1,1,1,1,1,1,0},
};
clrscr();
for(i=0;i<8;i++)
{
for(j=0;j<8;j++)
if (huruf[i][j] == 1)
cout<<'\xDB';
else
cout<<'\x20';
cout<<endl;
}
getch();
}
Macro
Penjelasan Didalam penyusunan suatu makro ada beberapa hal yang perlu dipelajari
adalah :
9.1. Preprocessor Directives
Penjelasan Adalah instruksi yang diberikan kepada kompiler, sesaat sebelum proses
kompilasi berlangsung. Didalam penggunaan preprocessor directive selalu
dimulai dengan tanda : #
Ada beberapa preprocessor directive, diantaranya adalah :
Meilany 42
9.1.1. # define
Penjelasan Digunakan untuk mendefinisikan suatu nilai tertentu kepada suatu nama
konstanta. Bentuk umum dari preprocessor directive #define ini adalah :
#define nama_konstanta teks
Contoh :
Teks
#define A 6
Nama_Konstanta
Dalam pendeklarasian preprocessor directive #define, Nama_Konstanta sebaiknya ditulis
dengan menggunakan huruf besar, guna untuk membedakannya dengan nama_variabel.
Sedangkan Teks merupakan suatu nilai yang diberikan pada nama_konstanta. Teks dapat
berupa :
· Numerik à #define PI 3.14
· Karakter à #define HURUF ‘B’
· String à #define JABATAN “Direktur”
· Pernyataan à #define CETAK (“Turbo C”)
· Fungsi Sederhana à #define LUAS_KUBUS (n*n)
Setelah #define ditentukan didalam program cukup dituliskan nama_konstantanya saja. # define
akan mengganti semua nama konstanta tadi dengan teksnya sebelum proses kompilasi dimulai.
Contoh-1 /* -------------------------- */
/* Program Penggunaan #define */
/* Nama File : define01.cpp */
/* -------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
#define PI 3.141592
#define L(n) PI*n*n
main()
{
clrscr();
cout<<"Luas Lingkaran dengan : "<<endl;
cout<<"Jari-jari = 5 adalah "<<L(5)<<endl;
cout<<"Jari-jari = 10 adalah "<<L(10)<<endl;
getche();
}
Contoh-2 /* -------------------------- */
/* Program Penggunaan #define */
/* Nama File : define02.cpp */
/* -------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
Meilany 43
#define awal {
#define akhir }
#define mulai() main()
#define cetak cout
#define masuk cin
#define hapus() clrscr()
#define tahan() getch()
#define LS_KUBUS (sisi*sisi)
mulai()
awal
int sisi, ls_kubus;
hapus();
cetak<<"Program Penggunaan #define"<<endl;
cetak<<"Masukkan Nilai Sisi Kubus = ";
masuk>>sisi;
ls_kubus = LS_KUBUS;
cetak<<"Luas Kubus adalah : "<<ls_kubus;
tahan();
akhir
9.1.2. # include
Preprocessor #include telah dibahas pada bab sebelumnya, yaitu
berfungsi untuk memasukkan atau menyertakan file-file header kedalam
program yang akan dibuat. Dalam penulisan #include ada dua bentuk
penulisan :
#include “nama_file_header”
atau
#include <nama_file_header>
Pada bentuk penulisan #include mempunyai arti yang berbeda, yaitu :
· #include "nama_file_header"
“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directory yang
sedang aktif dan apa bila tidak ditemukan akan mencari pada directory dimana file header
tersebut berada “.
· #include <nama_file_header>
“Pertama kali compiler akan mencari file header yang disebutkan pada directory yang ada
file headernya, kecuali pada directory yang sedang aktif.
Meilany 44
9.2. Pembuatan File Header
Penjelasan File Header adalah suatu file dengan akhiran .h . File ini sebenarnya berisikan
deklarasi fungsi dan definisi konstanta. Selain file-file header standar yang
disediakan oleh Turbo C, kita dapat juga membuat file header sediri, dengan cara
yang sama seperti membuat file editor. Yang harus diperhatikan pada saat
menyimpan file header yang telah dibuat harus digunakan akhiran .h .
Berikut contoh file header standar yang disediakan oleh Borland C++.
/* types.h
Types for dealing with time.
Copyright (c) Borland International 1987,1988
All Rights Reserved.
*/
#ifndef __TIME_T
#define __TIME_T
typedef long time_t;
#endif
Berikut kita akan membuat suatu file header sendiri yang akan digunakan pada file editor.
Buatlah program file heder dibawah ini, kemudian simpan dengan nama : atur.h
Contoh-3 /* atur.h
contoh pembuatan file header untuk pengaturan.
Copyright (c) Virusland Corp 2001
All Rights Reserved.
*/
#define awal {
#define akhir }
#define mulai() main()
#define cetak cout
#define tampil cprintf
#define masuk scanf
#define hapus() clrscr()
#define jika if
#define warna textcolor
Buatlah program dibawah ini, kemudian gunakan file header yang sudah anda buat dan simpan
dengan nama : sendiri.cpp
Contoh-4 /* ---------------------------------- */
/* program dengan file header sendiri */
/* ---------------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
Meilany 45
#include<iostream.h>
#include"atur.h"
mulai()
awal
int a, b, c;
hapus();
warna(4);
tampil("\nPROGRAM PENJUMLAHAN\n");
cout<<endl;
cout<<"Masukkan Nilai A = "<<;
cin>>a;
cout<<"Masukkan Nilai B = "<<;
cin>>b;
c=a+b;
cout<<"Hasil dari "<<a<<" + "<<b<<" = "<<c;
tahan();
akhir
Bab 10 : Structure
Penjelasan Structure digunakan untuk mengelompokan sejumlah data yang
mempunyai tipe data yang berbeda. Variabel-variabel yang membentuk
sebuah struktur dinamakan elemen struktur. Struktur sama seperti Record
di dalam Bahasa Pemrograman Pascal
10.1. Deklarasi Structure
Penjelasan Structure dapat deklarasikan seperti berikut
atau
struct nama_tipe_struktur
{
elemen_struktur;
.....
.....
};
struct
{
elemen_struktur;
.....
.....
} nama_tipe_struktur;
Meilany 46
Contoh struct
Deklarasi {
char nim[5];
char nama[15];
float nilai;
} mahasiswa;
Contoh-1 /* ---------------------------- */
/* Program Penggunaan structure */
/* Nama File : struct1.cpp */
/* ---------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
struct
{
char nim[5];
char nama[15];
float nilai;
} mahasiswa;
clrscr();
cout<<"masukan NIM = ";
cin>>mahasiswa.nim;
cout<<"masukan Nama = ";
cin>>mahasiswa.nama;
cout<<"masukan Nilai Akhir = ";
cin>>mahasiswa.nilai;
clrscr();
cout<<"NIM = "<<mahasiswa.nim<<endl;
cout<<"Nama = "<<mahasiswa.nama<<endl;
cout<<"Nilai Akhir = "<<mahasiswa.nilai<<endl;
getch();
}
10.2. Nested Structure
Meilany 47
Penjelasan Nested Structure merupakan suatu Structure dapat digunakan didalam
structure yang lainnya. Hal seperti ini anda dapat lihat pada program
berikut ini :
Contoh-2 /* ----------------------------------- */
/* Program Penggunaan Nested structure */
/* Nama File : struct2.cpp */
/* ----------------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
struct dtmhs
{
char nim[5];
char nama[15];
};
struct dtnil
{
float nil1;
float nil2;
};
struct
{
struct dtmhs mhs;
struct dtnil nil;
} nilai;
clrscr();
//-> masukan data
cout<<"masukan NIM = "; cin>>nilai.mhs.nim;
cout<<"masukan Nama = "; cin>>nilai.mhs.nama;
cout<<"masukan Nilai UTS = "; cin>>nilai.nil.nil1;
cout<<"masukan Nilai UAS = "; cin>>nilai.nil.nil2;
cout<<endl;
//-> menampilkan hasil masukan
cout<<"masukan NIM = "<<nilai.mhs.nim<<endl;
cout<<"masukan Nama = "<<nilai.mhs.nama<<endl;
cout<<"masukan Nilai UTS = "<<nilai.nil.nil1<<endl;
cout<<"masukan Nilai UAS = "<<nilai.nil.nil2<<endl;
cout<<endl;
getch();
return(0);
}
Meilany 48
10.3. Structure dengan Array
Penjelasan Penggunaan Array sering dikaitkan dengan Structure, sehingga
membentuk Array dari Structure. Berikut bentuk deklarasi array structure :
Contoh-3 /* ---------------------------------- */
/* Program Penggunaan array structure */
/* Nama File : struct3.cpp */
/* ---------------------------------- */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
main()
{
int i, j=1;
struct
{
char nim[5];
char nama[15];
float nilai;
} mhs[5];
clrscr();
for(i=0; i<2; i++)
{
cout<<"masukan NIM = "; cin>>mhs[i].nim;
cout<<"masukan Nama = "; cin>>mhs[i].nama;
cout<<"masukan Nilai Akhir = ";
cin>>mhs[i].nilai;
}
for(i=0; i<2; i++)
{
cout<<"Data Ke - "<<j++<<endl;
cout<<"NIM = "<<mhs[i].nim<<endl;
cout<<"Nama = "<<mhs[i].nama<<endl;
cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].nilai<<endl;
cout<<endl;
}
getch();
}
struct
{
elemen_struktur;
.....
.....
} nama_tipe_struktur[jml_index];
Meilany 49
10.4. Structure dengan Function
Penjelasan Suatu elemen-elemen dari suatu Structure dapat dikirimkan ke dalam
suatu function dengan cara yang sama seperti mengirimkan suatu variabel
sederhana kedalam suatu function.
Berikut contoh sederhana yang anda dapat lihat pada contoh program
berikut :
Contoh-4 /* ------------------------------------------ */
/* Program Penggunaan structure pada function */
/* Nama File : struct4.cpp */
/* ------------------------------------------ */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
#include<iostream.h>
char* ket(float n);
main()
{
int i, j=1, k=1;
struct
{
char nim[5];
char nama[15];
float nilai;
} mhs[5];
clrscr();
for(i=0; i<2; i++)
{
cout<<"Data Ke - "<<j++<<endl;
cout<<"masukan NIM = "; cin>>mhs[i].nim;
cout<<"masukan Nama = "; cin>>mhs[i].nama;
cout<<"masukan Nilai Akhir = ";
cin>>mhs[i].nilai;
cout<<endl;
}
clrscr();
for(i=0; i<2; i++)
{
cout<<"Data Ke - "<<k++<<endl;
cout<<"NIM = "<<mhs[i].nim<<endl;
cout<<"Nama = "<<mhs[i].nama<<endl;
cout<<"Nilai Akhir = "<<mhs[i].nilai<<endl;
cout<<"Keterangan yang didapat = ";
cout<<ket(mhs[i].nilai)<<endl;
cout<<endl;
}
Meilany 50
getch();
}
char* ket(float n)
{
if(n > 65)
return 'Lulus';
else
return 'Gagal';
}
Contoh kasus:
Buatlah sebuah program menentukan bilangan terbesar dari 3 buah bilangan.
Program:
//---------------------------------------------------------------------------
#include <vcl.h>
#pragma hdrstop
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
//---------------------------------------------------------------------------
#pragma argsused
int main(int argc, char* argv[])
{
int a,b,c;
printf("Masukkan bilangan A = ");scanf("%d",&a);
printf("Masukkan bilangan B = ");scanf("%d",&b);
printf("Masukkan bilangan C = ");scanf("%d",&c);
if(a>=b&&a>=c)
{
printf("Bilangan %d terbesar",a);
}
else if(b>=a&&b>=c)
{
printf("Bilangan %d terbesar",b);
} else
{
printf("Bilangan %d terbesar",c);
}
getch();
return 0;
}
//---------------------------------------------------------------------------
Meilany 51
Contoh kasus:
Menentukkan nama hari berdasarkan kode hari.
Program:
//---------------------------------------------------------------------------
#include <vcl.h>
#pragma hdrstop
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
//---------------------------------------------------------------------------
#pragma argsused
int main(int argc, char* argv[])
int hari;
printf("Menentukan nama hari dalam seminggu \n");
printf("1. Ahad 2. Senin 3. Selasa 4. Rabu ");
printf("5. Kamis 6. Jum'at 7. Sabtu \n");
printf("Kode hari = ");scanf("%d",&hari);
switch(hari)
{
case 1: printf("Hari Ahad");
break;
case 2: printf("Hari Senin");
break;
case 3: printf("Hari Selasa");
break;
case 4: printf("Hari Rabu");
break;
case 5: printf("Hari Kamis");
break;
case 6: printf("Hari Jum'at");
break;
case 7: printf("Hari Sabtu");
break;
default: printf("Kode hari SALAH!");
}
getch();
return 0;
}
//---------------------------------------------------------------------------
Contoh Kasus: Menampilkan deret dari 0 – 20.
Program:
//---------------------------------------------------------------------------
#include <vcl.h>
#pragma hdrstop
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
//---------------------------------------------------------------------------
#pragma argsused
int main(int argc, char* argv[])
int i;
i=0;
Meilany 52
while(i<=20)
{
printf("%d ");
i++;
}
getch();
return 0;
}
//---------------------------------------------------------------------------
Contoh Kasus: Menampilkan deret menurun dari 20 sampai 0.
Program:
//---------------------------------------------------------------------------
#include <vcl.h>
#pragma hdrstop
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#pragma argsused
int main(int argc, char* argv[])
{
int i;
i=0;
do
{
printf("%d ");
i++;
}
while(i<=20);
getch();
return 0;
}
//---------------------------------------------------------------------------
Contoh Kasus: Menampilkan deret bilangan 1 – 100 yang habis dibagi dengan 2 dan
habis dibagi dengan 3.
Program:
//---------------------------------------------------------------------------
#include <vcl.h>
#pragma hdrstop
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
//---------------------------------------------------------------------------
#pragma argsused
int main(int argc, char* argv[])
{
int i;
for(i=1;i<=100;i++)
{
if(i%2==0&&i%3==0)
{
printf("%d ",i);
Meilany 53
}}
getch();
return 0;
}
//---------------------------------------------------------------------------
LATIHAN
1. Buatlah Program untuk mencetak tampilan sebagai berikut :
**********
*********
********
*******
******
*****
****
***
**
*
Gunakan perulangan while atau for..!
2. Buatlah Program untuk mencetak 10 bilangan prima pertama.
2 3 5 7 13 17….
D E K L A R A S I P O I N T ER
Seperti halnya variabel yang lain, variabel pointer juga harus dideklarasikan terlebih dahulu
sebelum digunakan.
Bentuk Umum : Tipe_data *nama_pointer;
Tipe data pointer mendefinisikan tipe dari obyek yang ditunjuk oleh pointer. Secara teknis, tipe
apapun dari pointer dapat menunjukkan lokasi (dimanapun) dalam memori. Bahkan operasi
pointer dapat dilaksanakan relatif terhadap tipe dasar apapun yang ditunjuk. Contoh, ketika kita
mendeklarasikan pointer dengan tipe int*, kompiler akan menganggap alamat yang ditunjuk
menyimpan nilai integer - walaupun sebenarnya bukan (sebuah pointer int* selalu menganggap
bahwa ia menunjuk ke sebuah obyek bertipe integer, tidak peduli isi sebenarnya). Karenanya,
sebelum mendeklarasikan sebuah pointer, pastikan tipenya sesuai dengan tipe obyek yang akan
ditunjuk.
Contoh :
int *px;
char *sh;
Contoh Program :
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
int main()
{
int x, y; /* x dan y bertipe int */
int *px; /* px pointer yang menunjuk objek */
clrscr();
x = 87;
px = &x; /* px berisi alamat dari x */
y = *px; /* y berisi nilai yang ditunjuk px */
Meilany 54
printf(“Alamat x = %p\n”, &x);
printf(“Isi px = %p\n”, px);
printf(“Isi x = %i\n”, x);
printf(“Nilai yang ditunjuk oleh px = %i\n”, *px);
printf(“Nilai y = %i\n”, y);
getch();
}
O P E R A S I P O I N T ER
Operasi Penugasan
Suatu variable pointer seperti halnya variable yang lain, juga bisa mengalami operasi penugasan.
Nilai dari suatu variable pointer dapat disalin ke variable pointer yang lain.
Contoh Program :
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
int main()
{
float *x1, *x2, y;
clrscr();
y = 13.45;
x1 = &y; /* Alamat dari y disalin ke variabel x1 */
x2 = x1; /* Isi variabel x1 disalin ke variabel x2 */
printf(“Nilai variabel y = %.2f ada di alamat %p\n”, y, x1);
printf(“Nilai variabel y = %.2f ada di alamat %p\n”, y, x2);
getch();
}
Operasi Aritmatika
Suatu variabel pointer hanya dapat dilakukan operasi aritmatika dengan nilai integer saja. Operasi
yang biasa dilakukan adalah operasi penambahan dan pengurangan. Operasi penambahan dengan
suatu nilai menunjukkan lokasi data berikutnya (index selanjutnya) dalam memori. Begitu juga
operasi pengurangan.
Contoh Program :
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
int main()
{
int nilai[3], *penunjuk;
clrscr();
nilai[0] = 125;
nilai[1] = 345;
nilai[2] = 750;
penunjuk = &nilai[0];
printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *penunjuk, penunjuk);
printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+1),
penunjuk+1);
printf(“Nilai %i ada di alamat memori %p\n”, *(penunjuk+2),
penunjuk+2);
Meilany 55
getch();
}
Operasi Logika
Suatu pointer juga dapat dikenai operasi logika.
Contoh Program :
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
int main()
{
int a = 100, b = 200, *pa, *pb;
clrscr();
pa = &a;
pb = &b;
if(pa < pb)
printf(“pa menunjuk ke memori lebih rendah dari pb\n”);
if(pa == pb)
printf(“pa menunjuk ke memori yang sama dengan pb\n”);
if(pa > pb)
printf(“pa menunjuk ke memori lebih tinggi dari pb\n”);
getch();
}
P O I N T E R D A N S T R I NG
Contoh Program 1 :
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
char *nama1 = “SPIDERMAN”;
char *nama2 = “GATOTKACA”;
int main()
{ char namax;
clrscr();
puts(“SEMULA :”);
printf(“Saya suka >> %s\n”, nama1);
printf(“Tapi saya juga suka >> %s\n”, nama2);
/* Penukaran string yang ditunjuk oleh pointer nama1 dan nama2 */
printf(“SEKARANG :”);
printf(“Saya suka >> %s\n”, nama1);
printf(“Dan saya juga masih suka >> %s\n”, nama2);
getch();
}
Contoh Program 2 :
#include <stdio.h>
void misteri1(char *);
int main()
{
char string[] = "characters";
printf("String sebelum proses adalah %s", string);
Meilany 56
misteri1(string);
printf("String setelah proses adalah %s", string);
}
void misteri1(char *s)
{
while ( *s != '\0' )
{ if (
*
s
>= '
a' && *
s
<= '
z' )
*s -= 32;
++s;
}}
P O I N T E R M E N U N J U K S U A T U A R R AY
Contoh Program :
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
int main()
{
static int tgl_lahir[] = { 13,9,1982 };
int *ptgl;
ptgl = tgl_lahir; /* ptgl berisi alamat array */
printf(“Diakses dengan pointer”);
printf(“Tanggal = %i\n”, *ptgl);
printf(“Bulan = %i\n”, *(ptgl + 1));
printf(“Tahun = %i\n”, *(ptgl + 2));
printf(“\nDiakses dengan array biasa\n”);
printf(“Tanggal = %i\n”, tgl_lahir[0]);
printf(“Bulan = %i\n”, tgl_lahir[1]);
printf(“Tahun = %i\n”, tgl_lahir[2]);
getch();
}
M E M B E R I N I L A I A R R A Y D E N G A N P O I N T ER
Contoh Program :
#include “stdio.h”
#include “conio.h”
int main()
{
int x[5], *p, k;
clrscr();
p = x;
x[0] = 5; /* x[0] diisi dengan 5 sehingga x[0] = 5 */
x[1] = x[0]; /* x[1] diisi dengan x[0] sehingga x[1] = 5 */
x[2] = *p + 2; /* x[2] diisi dengan x[0] + 2 sehingga x[2] = 7 */
x[3] = *(p+1) – 3; /* x[3] diisi dengan x[1] - 3 sehingga x[3] = 2 */
x[4] = *(x + 2); /* x[4] diisi dengan x[2] sehingga x[4] = 7 */
for(k=0; k<5; k++)
Meilany 57
printf(“x[%i] = %i\n”, k, x[k]);
getch();
}
P O I N T E R D A N R E C O RD
Latihan6.cpp
//---------------------------------------------------------------------------
#include <vcl.h>
#pragma hdrstop
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <string.h>
struct biodata
{
char nim[11];
char nama[25];
struct
{
char jalan[20];
char kota[15];
char kodepos[5];
} alamat;
struct
{
int tanggal;
int bulan;
int tahun;
} lahir;
};
//---------------------------------------------------------------------------
#pragma argsused
int main(int argc, char* argv[])
{
struct biodata *mahasiswa;
/* Input Biodata Mahasiswa*/
printf("NIM : ");scanf("%s",mahasiswa->nim);
printf("Nama Mahasiswa : ");scanf("%s",mahasiswa->nama);
printf("\n");
printf("Alamat\n");
printf("Jalan : ");scanf("%s",mahasiswa->alamat.jalan);
printf("Kota : ");scanf("%s",mahasiswa->alamat.kota);
printf("Kode Pos : ");scanf("%s",mahasiswa->alamat.kodepos);
printf("\n");
printf("Lahir\n");
printf("Tanggal(xx) : ");scanf("%i",&mahasiswa->lahir.tanggal);
printf("Bulan(xx) : ");scanf("%i",&mahasiswa->lahir.bulan);
printf("Tahun(xxxx) : ");scanf("%i",&mahasiswa->lahir.tahun);
printf("\n\n");
/* Output Biodata Mahasiswa*/
printf("NIM : %s\n",mahasiswa->nim);
printf("Nama : %s\n",mahasiswa->nama);
Meilany 58
printf("Alamat : Jl. %s %s %s\n",mahasiswa->alamat.jalan,
mahasiswa->alamat.kota,
mahasiswa->alamat.kodepos);
printf("Tanggal Lahir : %i - %i - %i \n",mahasiswa->lahir.tanggal,
mahasiswa->lahir.bulan,mahasiswa->lahir.tahun);
getch();
return 0;
}
//---------------------------------------------------------------------------

Sabtu, 28 Oktober 2017

Modul 1 Alpro


       LANGKAH-LANGKAHMENULISKAN PROGRAM DALAM TURBO C++

Langkah-langkahnya :

1. Bukalah software Turbo C++, akan terlihat tampilan awal Turbo C++
    sebagai berikut :
3 Copyright PIK Unsri Agustus 2006
2. Tulis source code program bahasa C++.
   Source code C++ dapat ditulis pada text editor Turbo C++.
3. Kompile file dengan (ALT + C atau pilih submenu Compile)
    Kompile file dijalankan Untuk mengubah source code menjadi sebuah program,
    kita gunakan compiler. Setelah source code tercompile, terbentuklah sebuah file
    objek dengan ekstension “ .obj “. File “ .obj “ ini belum merupakan sebuah
    program executable.
4. Jalankan Program dengan (CTRL+F9 atau pilih submenu Run)
    Setelah kita kompile file yang berisi source code, maka sebagai hasil kompilasi
    tersebut kita akan mendapatkan suatu file yang bisa dijalankan (executable file).
    Menjalankan program yang kita buat berarti menjalankan file hasil proses
    kompilasi tersebut.
5. Untuk menyimpan pilih menu Save As
4 Copyright PIK Unsri Agustus 2006

 PENGENALAN C++

Setiap program C++ mempunyai bentuk umum seperti di bawah, yaitu:
# prepocessor directive
void main()
{
// Batang Tubuh Program Utama
}
Penjelasan :
1. Include
            Adalah salah satu pengarah prepocessor directive yang tersedia pada C++.
   Preprocessor selalu dijalankan terlebih dahulu pada saat proses kompilasi terjadi. Bentuk  umumnya :
    # include <nama_file>
    tidak diakhiri dengan tanda semicolon, karena bentuk tersebut bukanlah suatu bentuk
    pernyataan, tetapi merupakan prepocessor directive. Baris tersebut menginstrusikan
    kepada kompiler yang menyisipkan file lain dalam hal ini file yang berakhiran .h(file
    header) yaitu file yang berisi sebagai deklarasi contohnya:
    - # include <iostream.h> : diperlukan pada program yang melibatkan objek cout
    - # include <conio.h> : diperlukan bila melibatkan clrscr(),yaitu perintah untuk membersihkan layar.
    - # include <iomanip.h> : diperlukan bila melibatkan setw() yang bermanfaat
     untuk mengatur lebar dari suatu tampilan data.
    - # include <math.h> : diperlukan pada program yang menggunkan operasi
     sqrt () yang bermanfaat untuk operasi matematika kuadrat.

2.Fungsi main ()
          Fungsi ini menjadi awal dan akhir eksekusi program C++. main adalah nama
   judul fungsi. Melihat bentuk seperti itu dapat kita ambil kesimpulan bahwa batang tubuh
   program utama berada didalam fungsi main( ). Berarti dalam setiap pembuatan program
   utama, maka dapat dipastikan seorang pemrogram menggunakan minimal sebuah fungsi.
   Pembahasan lebih lanjut mengenai fungsi akan diterangkan kemudian. Yang sekarang
   coba ditekankan adalah kita menuliskan program utama kita didalam sebuah fungsi main().

3. Komentar
         Komentar tidak pernah dicompile oleh compiler. Dalam C++ terdapat 2 jenis
    komentar, yaitu:
    Jenis 1 : /* Komentar anda diletakkan di dalam ini
    Bisa mengapit lebih dari satu baris */
    Jenis 2 : // Komentar anda diletakkan disini ( hanya bisa perbaris )

4.Tanda Semicolon
        Tanda semicolon “ ; ” digunakan untuk mengakhiri sebuah pernyataan. Setiap
     pernyataan harus diakhiri dengan sebuah tanda semicolon.

5. Mengenal cout(dibaca : C out)
        Pernyataan cout merupakan sebuah objek di dalam C++, yang digunakan untuk
   mengarahkan data ke dalam standar output (cetak pada layar)
   Contoh :
   Tanda “ << “ merupakan sebuah operator yang disebut operator “penyisipan/peletakan”

 VARIABEL, TIPE DATA

 VARIABEL
        Variabel adalah suatu pengenal (identifier) yang digunakan untuk mewakili suatu
    nilai tertentu di dalam proses program. Berbeda dengan konstanta yang nilainya selalu
    tetap, nilai dari suatu variable bisa diubah-ubah sesuai kebutuhan. Untuk memperoleh
    nilai dari suatu variable digunakan pernyataan penugasan (assignment statement), yang
    mempunyai sintaks sebagai berikut :
    variable = ekspresi ;

    Nama dari suatu variable dapat ditentukan sendiri oleh pemrogram dengan aturan sebagai berikut :

    1. Terdiri dari gabungan huruf dan angka dengan karakter pertama harus berupa
       huruf. Bahasa C ++ bersifat case-sensitive artinya huruf besar dan kecil dianggap
       berbeda. Jadi antara nim, NIM dan Nim dianggap berbeda.
   2. Tidak boleh mengandung spasi.
   3. Tidak boleh mengandung symbol-simbol khusus, kecuali garis bawah
       (underscore). Yang termasuk symbol khusus yang tidak diperbolehkan antara lain
      : $, ?, %, #, !, &, *, (, ), -, +, =dsb.
   4. Panjangnya bebas, tetapi hanya 32 karakter pertama yang terpakai.
      Contoh penamaan variabel yang benar :
      NIM, a, x, nama_mhs, f3098, f4, nilai, budi, dsb.
      Contoh penamaan variable yang salah :
      %nilai_mahasiswa, 80mahasiswa, rata-rata, ada spasi, penting!, dsb
 DEKLARASI
      Deklarasi diperlukan bila kita akan menggunakan pengenal (identifier) dalam
    program. Identifier dapat berupa variable, konstanta dan fungsi.

 DEKLARASI VARIABEL
     Bentuk umumnya :
         >Nama_tipe nama_variabel ;
     Contoh :
          int x; // Deklarasi x bertipe integer
          char y, huruf, nim[10]; // Deklarasi variable bertipe char
          float nilai; // Deklarasi variable bertipe float
          double beta; // Deklarasi variable bertipe double
          int array[5][4]; // Deklarasi array bertipe integer
    Contoh :
        Outputnya :
            DEKLARASI KONSTANTA
      a. Menggunakan keyword const
         Contoh : const float PI = 3.14152965;
         Berbeda dengan variable, konstanta bernama tidak dapat diubah jika telah diinisialisasi
     b. Menggunakan #define
         Contoh : #define PI 3.14152965
         Keuntungan menggunakan #define apabila dibandingkan dengan const adalah
         kecepatan kompilasi, karena sebelum kompilasi dilaksanakan, kompiler pertama
         kali mencari symbol #define (oleh sebab itu mengapa # dikatakan prepocessor
         directive) dan mengganti semua Phi dengan nilai 3.14152965.

    Contoh :
        TIPE DATA
      Tipe data dapat dikelompokkan menjadi atas dua macam :
     1. Tipe Dasar.
     2. Tipe Bentukkan.

     1. TIPE DASAR
           Adalah tipe yang dapat langsung dipakai.
     Tipe Dasar Ukuran Memori (byte) Jangkauan Nilai Jumlah Digit Presisi
      Char 1 -128 hingga +127 -
     Int 2 -32768 hingga +32767 -
     Long 4 -2.147.438.648 hingga 2.147.438.647
    -Float 4 3,4E-38 hingga 3,4E38 6-7
     Double 8 1.7E-308 hingga 1.7E308 15-16
     long double 10 3.4E-4932 hingga 1.1E4932 19
     NB : Untuk mengetahui ukuran memori dari suatu tipe digunakan fungsi sizeof(tipe)
     Tipe data dapat diubah ( type cast ), misalkan:
     float x = 3.345;
     int p = int(x);
     maka nilai p adalah 3 ( terjadi truncating ).
            Tipe data yang berhubungan dengan bilangan bulat adalah char, int, long. Sedangkan
     lainnya berhubungan dengan bilangan pecahan.
     Contoh :
     Outputnya :
     Darimana angka 18125 diperoleh ?
     Jika variable tidak diinisialisai, namun nilai keluarannya diminta, maka compiler dengan
     bijak akan menampilkan nilai acak yang nilainya tergantung dari jenis compilernya.

  KARAKTER & STRING LITERAL
      String adalah gabungan dari karakter
  Contoh : “ Belajar “ à Literal String
    “ B “ àKarakter
       Panjang String
       strlen() ànama fungsi untuk menghitung panjang string
       Fungsi strlen() dideklarasikan dalam file string.h. Jadi bila anda ingin menggunakan
       fungsi strlen(), maka prepocessor directive #include<string.h> harus dimasukkan dalam
       program diatas main().
   Contoh :
     Outputnya:
      Perhatikan, bahwa disetiap akhir baris pernyataan diakhiri dengan tanda titik – koma
      (semicolon) “ ; “.
     Perhatikan, bahwa :
    · ‘ \n ‘ dihitung satu karakter. \n disebut newline karakter
    · Endl juga merupakan newline karakter ( sama kegunaannya seperti \n ).
      Dalam C++, selain \n terdapat juga beberapa karakter khusus yang biasa disebut escape
      sequence characters, yaitu:

            Karakter Keterangan
     \0 Karakteeer ber-ASCII nol ( karakter null )
     \a Karakter bell
     \b Karakter backspace
     \f Karakter ganti halaman ( formfeed )
     \n Karakter baris baru ( newline )
     \r Karakter carriage return ( ke awal baris )
     \t Karakter tab horizontal
     \v Karakter tab vertika
      \\ Karakter \
      \’ Karakter ‘
      \” Karakter “
      \? Karakter ?
      \ooo Karakter yang nilai oktalnya adalah ooo ( 3 digit octal )
      \xhh Karakter yang nilai heksadesimalnya adalah hh (2 digit heksadesimal )

       KEYWORD & IDENTIFIER
            Dalam bahasa pemrograman, suatu program dibuat dari elemen-elemen sintaks
     individual yang disebut token, yang memuat nama variable, konstanta, keyword, operator
     dan tanda baca.
   Contoh :
   Output :
       Program diatas memperlihatkan 15 token, yaitu
   main, (, ), {, int, n, =, 66, ;, cout, <<, endl, return, 0 dan }
  Token n adalah suatu variable
  Token 66,0 adalah suatu konstanta
  Token int, return dan endl adalah suatu keyword
  Token = dan << adalah operator
  Token(, ), {, ;, dan } adalah tanda baca
  Baris pertama berisi suatu prepocessor directive yang bukan bagian sebenarnya dari program

    TIPE BENTUKAN
          Merupakan tipe yang dibentuk dari tipe dasar. Seperti Tipe Struktur.

   TIPE STRUKTUR
          Suatu tipe data yang merupakan kumpulan dari tipe data lainnya. Struktur terdiri
     dari data yang disebut field. Field – field tersebut digabungkan menjadi satu tujuan untuk
     kemudahan dalam operasi.
    Bentuk umumnya :
        tyedef struct{ tipe nama_field1;
        tipe nama_field2;
        tipe nama_field3;
        . . . .
       }nama_variabel;

Contoh :
Perhatikan bahwa pada akhir dari typedef struct diberi tanda semicolon.

    OPERATOR DAN STATEMEN I/O

    OPERATOR
           Operator adalah symbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan
    sesuatu operasi atau manipulasi.
       
    OPERATOR PENUGASAN
          Operator Penugasan (Assignment operator) dalam bahasa C++ berupa tanda sama dengan
     (“=”).
    Contoh :
    nilai = 80;
    A = x * y;
    Penjelasan :
    variable “nilai” diisi dengan 80 dan variable “A” diisi dengan hasil perkalian antara x dan y.

      OPERATOR ARITMATIKA
      Operator Deskripsi Contoh
       + Penjumlahan ( Add ) m + n
        - Pengurangan ( Substract ) m – n
       * Perkalian ( Multiply ) m * n
        / Pembagian ( Divide ) m / n
       % Sisa Pembagian Integer ( Modulus ) m % n
        - Negasi ( Negate ) -m
        NB : Operator seperti operator negasi (-) disebut unary operator, karena membutuhkan
        hanya satu buah operand
       Operator % (modulus) digunakan untuk mencari sisa pembagian antara dua bilangan.
  Misalnya : 9 % 2 = 1, 9 % 3 = 0
   Contoh :
    Output :
    Karena tipe datanya adalah int, maka 82/26=3, supaya dapat merepresentasikan nilai
    yang sebenarnya, gunakan tipe data float.
    Cara lain penulisan dengan menggunakan operator aritmatika :
    m = m + n ó m += n
    m = m - n ó m -= n
    m = m * n ó m *= n
    m = m / n ó m /= n
    m = m % n ó m %= n

  OPERATOR HUBUNGAN (PERBANDINGAN)
         Operator Hubungan digunakan untuk membandingkan hubungan antara dua buah
    operand (sebuah nilai atau variable). Operator hubungan dalam bahasa C++
    Operator Arti Contoh
    = = Sama dengan (bukan assignment ) x= =y Apakah x sama dengan y
   != Tidak sama dengan x != y Apakah x tidak sama dengan y
    > Lebih besar x > y Apakah x lebih besar dari y
    < Lebih kecil x < y Apakah x lebih kecil dari y
    >= Lebih besar atau sama dengan x >= y Apakah x lebih dari sama dengan y
    <= Lebih kecil atau sama dengan x <= y Apakah x kurang dari sama dengan y

 OPERATOR NAIK DAN TURUN ( INCREMENT DAN DECREMENT )

Operator increment à++
Operator decrement à --
 Contoh :
   Outputnya :
       Terlihat bahwa operator pre-increment dan post-increment memiliki akibat yang
   sama, yaitu manambah nilai satu pada m dan memasukkan nilai tersebut kembali ke m
   (m=m+1). Hal yang sama juga terjadi pada operator pre-decrement dan post-decrement
   yang memberikan akibat yang sama, yaitu mengurangi nilai satu dari n ( n = n - 1).
       Tetapi bila digunakan sebagai sub-ekspresi, operator post-increment dan preincrement
   menunjukkan hasil yang berbeda
Contoh :
  Outputnya :
  Penjelasan :
        Dalam penugasan yang pertama, m adalah pre-increment, menaikkan nilainya menjadi
   67, yang selanjutnya dimasukkan ke n.
   Dalam penugasan kedua, m adalah post-increment, sehingga 67 dimasukkan dahulu ke n
   baru kemudian nilai m-nya dinaikkan, itu sebabnya mengapa nilai m = 68 dan n = 67.
   Dalam penugasan ketiga, m adalah post-increment, sehingga nilai m ( = 68 ) ditampilkan
   dahulu ( ke layar ) baru kemudian nilai m dinaikkan menjadi 69.
   Dalam penugasan keempat, m adalah pre-increment, sehingga nilai m dinaikkan dahulu
   menjadi 70 baru kemudian ditampilkan ke layar.
  Supaya lebih paham, perhatikan pula contoh dibawah.

 Penjelasan :
      Dalam penugasan untuk n, pertama kali m dinaikkan (++m) menjadi 6, kemudian m
 diturunkan kembali menjadi 5, karena adanya --m. Sehingga nilai m sekarang adalah 5
 dan nilai m = 5 inilah yang dievaluasi pada saat penugasanperkalian dilakukan. Pada
 baris terakhir, ketiga sub-ekspresi dievaluasi dari kanan ke kiri.
        OPERATOR BITWISE
 Operator Deskripsi Contoh
 << Geser n bit ke kiri ( left shift ) m << n
 >> Geser n bit ke kanan ( right shift ) m >> n
  & Bitwise AND m & n
 | Bitwise OR m | n
 ^ Bitwise XOR m ^ n
 ~ Bitwise NOT ~m
  NB : Seluruh operator bitwise hanya bisa dikenakan pada operand bertipe data int atau char
 Berikut ini diberikan tabel kebenaran untuk operator logika
 P = A operator B
 AND OR
 A B P
0 0 0
0 1 0
1 0 0
1 1 1
A B P
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 1
XOR
A B P
0 0 0
0 1 1
1 0 1
1 1 0

Contoh :
   Output :
    Penjelasan :
         Nilai keluaran diatas, tergantung dari jenis compiler yang digunakan. Hasil diatas
    merupakan keluaran dari compiler Turbo C++.
    Pada Turbo C++ besar dari integer adalah 2 byte atau sama dengan 16 bit, untuk
    mengetahuinya digunakan perintah
    cout<<sizeof(int)<<endl; // Untuk mengetahui besar dari int
   Maka :
    8210 = 00000000010100102 dan
    2610 = 00000000000110102
   Sehingga :
    82 << 2 à00000001010010002 = 32810
    82 >> 2 à00000000000101002 = 2010
    82 & 26 à 00000000010100102
    00000000000110102
    ------------------------------------------ &
   00000000000100102 = 1810
   dan begitu juga untuk operasi OR dan XOR.
   ~82 à digunakan 2’s complement, yaitu
   8210 = 00000000010100102 lalu dinegasikan tiap bitnya menjadi
   11111111101011012 kemudian LSB ditambah 1 menjadi
   1111111110101110 = 6545410 nilai ini melebihi jangkauan maksimum int
   yang berkisar di -32768 sampai 32767, sehingga nilai yang keluar yaitu 83.
   Cara lain penulisan dengan menggunakan operator bitwise :
   m = m << n ó m <<= n
   m = m >> n ó m >>= n
   m = m & n ó m &= n
   m = m | n ó m |= n
   m = m ^ n ó m ^= n
    OPERATOR LOGIKA
         Operator logika digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ungkapan menjadi
      sebuah ungkapan berkondisi.
     Operator Deskripsi Contoh
     && logic AND m && n
     || logic OR m ||n
     ! logic NOT !m
  Contoh :
  Outputnya :
  Penjelasan :
  Hasil keluaran dari operator logika adalah 0 dan 1.
  0 jika keluarannya salah dan 1 jika keluarannya benar.

       OPERATOR KONDISI
              Operator kondisi digunakan untuk memperoleh nilai dari dua kemungkinan
       ungkapan1 ? ungkapan2 : ungkapan3
       Bila nilai ungkapan1 benar, maka nilainya sama dengan ungkapan2, bila tidak maka
       nilainya sama dengan ungkapan3
  Contoh :
  Outputnya :
  STATEMEN I/O
  Pada C++ terdapat 2 jenis I/O dasar, yaitu:
     a. Statemen Input adalah Statemen / fungsi yang digunakan untuk membaca data dari
  inputing device (keyboard/mouse), contoh : cout (character out)
     b. Statemen Output adalah Statemen yang digunakan untuk menuliskan data ke layar
  monitor, contoh : cin (character in)

      PEMILIHAN
               Suatu Struktur dasar algoritma yang memiliki satu atau lebih kondisi tertentu
      dimana sebuah instruksi dilaksanakan jika sebuah kondisi/persyaratan terpenuhi. Ada
      beberapa bentuk struktur dasar pemilihan ini :

      PERNYATAAN if
               Sebuah pernyataan yang dapat dipakai muntuk mengambil keputusan berdasarkan
       suatu kondisi. Bentuk pernyataan ini ada dua macam :
      - if saja dan
      - else
      Bentuk Umumnya Satu Kasus:
      if (kondisi)
      pernyataan ;
      Pernyataan dilaksanakan jika dan hanya jika kondisi yang diinginkan terpenuhi,
      jika tidak program tidak memberikan hasil apa-apa.

Penjelesan :
          Tampak bahwa kalau usia yang dimasukkan lebih dari atau sama dengan 17,
      program tidak menghasilkan apa-apa.
      Bentuk Umumnya Dua Kasus :
     if (kondisi)
  pernyataan1 ;
    else
  pernyataan2;
  Pernyataan1 dilaksanakan jika dan hanya jika kondisi yang diinginkan terpenuhi, jika tidak, lakukan pernyataan2.
Jika Anda tidak mempergunakan pernyataan else program tidak akan error,
namun jika anda mempergunakan pernyataan else tanpa didahului pernyataan if, maka
program akan error.
Jika pernyataan1 atau pernyataan2 hanya terdiri dari satu baris, maka tanda { }
tidak diperlukan, namun jika lebih maka diperlukan.
Bentuk Umumnya Banyak Kasus :
if (kondisi)
{
pernyataan1;
pernyataan1a;
pernyataan1b;
}
else
{
pernyataan2;
pernyataan2a;
pernyataan2b;
}
25 Copyright PIK Unsri Agustus 2006
Contoh 1:
Contoh 2:
Outputnya :
Penjelesan :
Terlihat bahwa kalau usia yang dimasukkan lebih dari 17, program akan memberi
pesan Selamat Menonton.
Selain dari if … else, juga dikenal bentuk if … else if. Adapun perbedaannya
diilustrasikan oleh dua contoh dibawah ini.
26 Copyright PIK Unsri Agustus 2006
Contoh 3 :
Outputnya:
Mengapa ? Karena contoh 2 sama saja jika ditulis seperti dibawah ini
Contoh 4 :
Contoh diatas disebut juga nested conditional
27 Copyright PIK Unsri Agustus 2006
4.2 PERNYATAAN Switch
Pernyataan swich adalah pernyataan yang digunakan untuk menjalankan salah
satu pernyataan dari beberapa kemungkinan pernyataan, berdasarkan nilai dari sebuah
ungkapan dan nilai penyeleksian.
Pernyataan if…else if jamak dapat dibangun dengan pernyataan switch.
Bentuk Umumnya :
switch (ekspresi)
{
case konstanta1 :
pernyataan1 ;
break ;
case konstanta2 :
pernyataan2 ;
break ;
case konstanta3 :
pernyataan3 ;
break ;
:
:
case konstantaN :
pernyataanN ;
break ;
default :
pernyataanlain;
}
Hal – hal yang perlu diperhatikan adalah :
1. Dibelakang keyword case harus diikuti oleh sebuah konstanta, tidak boleh diikuti
   oleh ekspresi ataupun variable.
2. Konstanta yang digunakan bertipe int atau char
3. Jika bentuknya seperti diatas maka apabila ekspresi sesuai dengan konstanta2
   maka pernyataan2, pernyataan3 sampai dengan pernyataanlain dieksekusi. Untuk
   mencegah hal tersebut, gunakan keyword break;. Jika keyword break digunakan
   maka setelah pernyataan2 dieksekusi program langsung keluar dari pernyataan
   switch. Selain digunakan dalam switch, keyword break banyak digunakan untuk
   keluar dari pernyataan yang berulang ( looping ).
4. pernyataanlain dieksekusi jika konstanta1 sampai konstantaN tidak ada yang
   memenuhi ekspresi.
  Contoh :
  Output :
  Ket : 45, dan 450 adalah input dari user

     PENGULANGAN
           Sebuah / kelompok instruksi diulang untuk jumlah pengulangan tertentu. Baik
     yang terdifinisikan sebelumnya ataupun tidak.
     Struktur pengulangan terdiri atas dua bagian :
      1. Kondisi pengulangan yaitu ekspresi boolean yang harus dipenuhi untuk
         melaksanakan pengulangan
      2. Isi atau badan pengulangan yaitu satu atau lebih pernyataan (aksi) yang akan diulang.
    Perintah atau notasi dalam struktur pengulangan adalah :
1. Pernyataan while
2. Pernyataan do..while
3. Pernyataan for
4. Pernyataan continue dan break
5. Pernyataan go to

      PERNYATAAN while
             Pernyataan while merupakan salah satu pernyataan yang berguna untuk
     memproses suatu pernyataan atau beberapa pernyataan beberapa kali. Pernyataan while
     memungkinkan statemen-statemen yang ada didalamnya tidak diakukan sama sekali.
  Bentuk Umumnya :
while (kondisi)
{
Pernyataan ;
}

Penjelasan :
     Program diatas digunakan untuk mengulangan tulisan sebanyak 10 kali
5.2 PERNYATAAN do…while
Pernyataan do…while mirip seperti pernyataan while, hanya saja pada do…while
pernyataan yang terdapat didalamnya minimal akan sekali dieksekusi.
Bentuk Umumnya :
do
{
pernyatan ;
} while(kondisi);
Contoh :
     PERNYATAAN for
Pernyataan for digunakan untuk menghasilkan pengulangan(looping) beberapa
kali tanpa penggunaan kondisi apapun. Pada umumnya looping yang dilakukan oleh for
telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya.
Pernyataan for digunakan untuk melakukan looping. Pada umumnya looping yang
dilakukan oleh for telah diketahui batas awal, syarat looping dan perubahannya. Selama
kondisi terpenuhi, maka pernyataan akan terus dieksekusi.
Bentuk Umumnya :
for (inisialisasi ; kondisi ; perubahan)
{
Statement;
}

Bagaimana jika program diatas diubah menjadi
Program diatas akan menampilkan bilangan yang banyaknya tak terhingga sehingga
dapat membuat komputer anda berhenti bekerja. Contoh diatas juga merupakan prinsip
membuat bom program ( contohnya : bom mail )
Pernyataan for dapat berada di dalam pernyataan for lainnya yang biasa disebut
nested for
Contoh :
 PERNYATAAN continue dan break
Pernyataan break akan selalu terlihat digunakan bila menggunakan pernyataan switch.
Pernyataan ini juga digunakan dalam loop. Bila pernyataan ini dieksekusi, maka akan
mengakhiri loop dan akan menghentikan itrasi pada saat tersebut.
Pernyataan continue digunakan untuk pergi ke bagian awal dari blok loop untuk
memulai iterasi berikutnya.
Contoh :
Output :
Penjelasan :
Dari program diatas, dapat dilihat perulangan dari suatu bilangan sebanyak 10 kali.
Tetapi, pada perulangan i=4, ada perintah continue. Dengan perintah ini, maka program
langsung meloncat ke loop berikutnya dan ketika sampai perulangan i = 6, ada perintah
break. Otomatis program akan berhenti dan tidak sampai ke i=10. Dan program akan
mencetak bilangan 0, bilangan 1, bilangan 2, bilangan 3, bilangan 5, bilangan 6.
 PERNYATAAN go to
Pernyataan goto, diperlukan untuk melakukan suatu lompatan ke suatu pernyataan
berlabel yang ditandai dengan tanda “ : “.
Bentuk Umumnya :
goto bawah;
pernyataan1;
pernyataan2;
bawah : pernyataan 3;
Pada contoh diatas, pada saat goto ditemukan maka program akan melompat
pernyataan berlabel bawah dan melakukan pernyataan 3.
Contoh :
Outputnya :
Latihan :
1. Buatlah program untuk mencetak deret 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1
2. Buatlah program untuk mencetak (gunakan perulangan while atau for)
* * * *
* * *
* *
*
3. Buatlah program yang menampilkan 5 buah bilangan, yaitu mulai dari bilanagn ke
5 sampai bilangan ke 1 dengan nilai awal bilangan 8. Tampilan bilangan tersebut
   adalah menurun dan contohnya adalah : bilangan ke 5, i=3 (diperoleh dari 8-5)dan
   seterusnya sampai bilangan 1, i=7 (diperoleh dari 8-1=7)

 FUNGSI
         Fungsi adalah sekumpulan perintah operasi program yang dapat menerima
argumen input dan dapat memberikan hasil output yang dapat berupa nilai ataupun
sebuah hasil operasi. Hasil akhir fungsi akan berupa sebuah nilai balik (return)
Nama fungsi yang didefinisikan sendiri oleh pemrogram tidak boleh sama dengan
nama build-in function pada compiler C++.
        Fungsi digunakan agar pemrogram dapat menghindari penulisan bagian program
(kode) berulang-ulang, dapat menyusun kode program agar terlihat lebih rapi dan
kemudahan dalam debugging program. Parameter adalah nama-nama peubah yang
dideklarsikan pada bagian header fungsi. Pemrogram dapat membuat fungsi yang
didefinisikan sendiri olehnya.
Bentuk umumnya :
Deklarasi parameter
{
Isi fungsi
}
Fungsi Main ( )
Fungsi a ( ) Fungsi b ( ) Fungsi c ( )
Fungsi c1 ( ) Fungsi c2 ( ) Fungsi c3 ( )

   PROTITE FUNGSI
     Sebuah fungsi tidak dapat dipanggil kecuali sudah dideklaraikan, deklarasi fungsi dikenal
  dengan sebutan prototipe fungsi. Prototipe fungsi berupa :
  1. Nama Fungsi
  2. Tipe nilai fungsi
  3. Jumlah dan tipe argumen
      Dan diakhiri dengan titik koma, sebagaimana pada pendeklarasian variabel. Sebagai
contoh:
1. long kuadrat (long l) ;
    Pada contoh pertama, fungsi kuadrat ( ) mempunyai argumen bertipe long dan nilai
    balik bertipe long.
2. void garis ( );
    Pada contoh kedua, fungsi garis ( ) tidakmemiliki argumen dan nilai baliknya tidak ada (void).
3. double maks (double x, double y)
   Pada contoh ketiga, fungsi maks( ) mempunyai dua buah argumen, dengan masingmasing
   argumen bertipe double.
Contoh :
38 Copyright PIK Unsri Agustus 2006
Penjelasan :
// Fungsi Perkalian
// tipe_return nama_fungsi (tipe_argument argumen)
Fungsi yang didefinisikan oleh pemrogram terdiri atas dua bagian, yaitu judul
(header) dan isi (body). Judul dari sebuah fungsi terdiri dari tipe return (double), nama
fungsi (hasil) dan list parameter ( int A, int B).
Jadi, judul untuk fungsi hasil adalah
double hasil (int A, int B)
Isi dari sebuah fungsi adalah blok kode yang mengikuti judulnya. Berisi kode yang
menjalankan aksi dari fungsi, termasuk pernyataan return yang memuat nilai fungsi yang
akan dikembalikan ke yang memanggilnya, Isi dari fungsi hasil ( ) adalah
{
return A * B;
}
Biasanya isi dari fungsi cukup besar. Meskipun demikian, judulnya tetap hanya
berada dalam satu baris. Isi dari sebuah fungsi dapat memanggil fungsi itu sendiri
(disebut rekursif) atau memanggil fungsi lainnya.
Pernyataan return dari sebuah fungsi mempunyai dua manfaat, yaitu akan mengakhiri
fungsi dan mengembalikan nilainya ke program pemanggil.
Bentuk umum pernyataan return adalah :
return ekspresi;
Dengan ekspresi adalah sebuah ekspresi yang nilainya dinyatakan untuk sebuah variable
yang tipenya sama seperti tipe return. Terdapat juga fungsi yang tidak memberikan nilai
balik atau tipe returnnya void.

 VARIABEL LOKAL DAN VARIABEL EKSTERNAL
            Variabel lokal adalah variabel yang didefinisikan dalam suatu fungsi tertentu,
sehingga hanya dikenal dalam fungsi tersebut. Dalam hal ini artinya suatu fungsi tidak
akan mengenal variabel lokal dan fungsi lain. Suatu fungsi hanya akan mengenal variabel
yang didefinisikan dalam fungsi yang bersangkutan.
           Variabel eksternal adalah variabel yang bersifat global yang dapat dikenali oleh
seluruh fungsi yang terdapat dalam program tersebut. Seluruh fungsi akan mengenal
variabel yang bersifat eksternal ini. Variabel eksternal dideklarasikan diluar fungsi dan
sejajar dengan prototipe fungsi serta pengarah kompiler.

Penjelasan :
      Dalam pemograman tersebut terdapat variabel lokal dan variabel eksternal yang
namanya sama yaitu data. Dalam fungsi main ( ) dan fungsi_satu ( ) terdapat variabel
lokal dengan nama sama tetapi sebetulnya lokasi penyimpanannya dalam memori
berbeda, sehingga dua variabel itu berbeda dan tidak saling mengenal. Fungsi_satu ( )
sebetulnya mengenal variabel eksternal data yang nilainya 100, tetapi karena dalam
fungsi tedapat variabel lokal data yang bernilai 300, maka diprioritaskan untuk diproses
dalam fungsi tersebut adalah variabel lokalnya. Jika dalam fungsi terdapat variabel lokal
dan variabel eksternal yang sama, maka diprioritaskan untuk diproses variabel lokal.
Dalam fungsi_dua( ) tidak terdapat variabel lokal sehingga yang diproses pada fungsi
tersebut adalah variabel eksternalnya.

 PARAMETER
            Parameter adalah sarana komunikasi antar fungsi. Pengertian antar fungsi adalah
antara fungsi dengan fungsi lain termasuk antara fungsi dengan fungsi utama. Dalam
pemograman yang melibatkan fungsi, diusahakan agar fumgsi bersifat independen artinya
tidak tergantung pada fungsi lain. Setiap fungsi hanya mengerjakan satu tugas tertentu.
Antar fungsi saling berkomunikasi menggunakan parameter.
Terdapat dua macam bentuk parameter dalam hubungannya dengan penggunan fungsi
dalam program yaitu :
- Parameter Formal : parameter yang diberi nilai. Parameter formal merupakan parameter
yang terdapat dalam daftar parameter fungsi.
- Parameter Aktual : parameter yang memberi nilai. Parameter fungsi dan digunakan
untuk memberi nilai pada parameter formal.
Dalam contoh program perkalian di atas parameter formal terdapat pada pendefinisan
fungsi :
double hasil(int A, int B) // parameter formal
{
return (A * B);
}
Sedangkan parameter aktual terdapat pada pemanggilan fungsi :
void main()
{……………
…………..
z = hasil(x,y); // parameter aktual
…………..
}

 Cara Melewatkan Parameter
 Cara melewatkan suatu parameter dalam Bahasa C++ ada dua cara yaitu :
1. Pemanggilan Secara Nilai (Call by Value)
    a) Call by value akan menyalin nilai dari parameter aktual ke parameter formal.
    b) Yang dikirimkan ke fungsi adalah nilai dari datanya, bukan alamat memori letak
        dari datanya.
    c) Fungsi yang menerima kiriman nilai akan menyimpannya di alamat terpisah dari
        nilai aslinya yang digunakan oleh bagian program yang memanggil fungsi.
    d) Perubahan nilai di fungsi (parameter formal) tidak akan merubah nilai asli di
        bagian program yang memanggilnya.
    e) Pengiriman parameter secara nilai adalah pengiriman searah, yaitu dari bagian
        program yang memanggil fungsi ke fungsi yang dipanggil.
    f) Pengiriman suatu nilai dapat dilakukan untuk suatu ungkapan, tidak hanya untuk
       sebuah variabel, elemen array atau konstanta saja.

2.Pemanggilan Secara Referensi (Call by Reference)
    a) Pemanggilan secara Referensi merupakan upaya untuk melewatkan alamat dari
        suatu variabel ke dalam fungsi.
    b) Yang dikirimkan ke fungsi adalah alamat letak dari nilai datanya, bukan nilai
        datanya.
    c) Fungsi yang menerima kiriman alamat ini maka menggunakan alamat yang sama
        untuk mendapatkan nilai datanya.
    d) Perubahan nilai di fungsi akan merubah nilai asli di bagian program yang
        memanggil fungsi.
    e) Pengiriman parameter secara referensi adalah pengiriman dua arah, yaitu dari
        fungsi pemanggil ke fungsi yang dipanggil dan juga sebaliknya.
    f) Pengiriman secara acuan tidak dapat bdilakukan untuk suatu ungkapan.

  NILAI BAWAAN UNTUK ARGUMEN FUNGSI
      Salah satu keistimewaan C++ yang sangat bermanfaat dalam pemrograman adalah
 adanya kemampuan untuk menyetel nilai default
Argumen fungsi. Argumen-argumen yang mempunyai nilai bawaan nantinya dapat tidak
disertakan di dalam pemanggilan fungsi dan dengan sendirinya C++ akan menggunakan
nilai bawaan dari argumen yang tidak disertakan.

Penjelasan :
      Jika pada program, argumen sayHello tidak diberikan, maka program akan
menampilkan
Sebanyak satu kali, namun jika argumen pada fungsi sayHello diberikan, misalkan
sayHello(4), maka program akan menampilkan 4 kali. Itulah yang disebut dengan nilai
default pada fungsi.

 REKURSI
       Merupakan suatu fungsi dapat memanggil fungsi yang merupakan dirinya sendiri.
Penerapan rekursi diantaranya untuk menghitung nilai : xn

 FUNGSI-FUNGSI BAWAAN C++
       Anda dapat menggunakan fungsi-fungsi bawaan C++, misalkan fungsi-fungsi
matematika, pengolah kata dan banyak lagi. Sebenarnya ( mungkin tidak terasa bagi anda
) main juga adalah fungsi, jadi tanpa anda sadari sebenarnya anda telah menggunakan
fungsi.
      Untuk dapat menggunakan fungsi-fungsi tersebut anda harus meng-include file dimana
fungsi tersebut didefinisikan
Misalkan :
· Fungsi – fungsi matematika, anda harus meng-include file math.h
· Fungsi – fungsi pengolah string dan karakter, anda harus meng-include file
  string.h
· Fungsi clrscr(), getch(), getche() dalam file conio.h

 LARIK (ARRAY)
 LARIK
       Larik merupakan sekumpulan data yang mempunyai nama dan tipe yang sama.
Larik sering disebut juga variabel berindeks. Nilai suatu data dalam larik ditentukan oleh
nama dan indeks. Larik banyak digunakan pada operasi yang melibatkan indeks seperti
pada statistik dan matriks.
Tipe data larik dapat berupa larik satu demensi, dua demensi, tiga demensi atau banyak dimensi.
Bentuk Umum Larik Satu Dimensi :
tipe_larik nama_larik [ukuran]
Bentuk Umum Larik Dua Dimensi :
tipe_larik nama_larik [ukuran1][ukuran2]
Perhatikan :
· Tanda kurung [ ] digunakan untuk menunjukkan elemen larik
· Perhitungan elemen larik dimulai dari 0, bukan 1
C++ tidak mengecek larik. Bila anda menyatakan int x[10], ini artinya 10
elemen yang dimulai dari 0. Karena itu elemen terakhir larik adalah x[9]. Bila anda salah
mereferensikannya dengan x[10], anda akan mendapatkan harga yang tidak terpakai.
Akan lebih buruk lagi jika anda memberikan harga ke x[10], yang tidak dapat diterima.

 REPRESENTASI LARIK
     Misalkan kita memiliki sekumpulan data ujian seorang siswa, ujian pertama
bernilai 90, kemudian 95,78,85. Sekarang kita ingin menyusunnya sebagai suatu data
kumpulan ujian seorang siswa. Dalam array kita menyusunnya sebagai berikut
ujian[0] = 90;
ujian[1] = 95;
ujian[2] = 78;
ujian[3] = 85;
Empat pernyataan diatas memberikan nilai kepada array ujian. Tetapi sebelum kita
memberikan nilai kepada array, kita harus mendeklarasikannya terlebih dahulu, yaitu :
int ujian[4];
Perhatikan bahwa nilai 4 yang berada didalam tanda kurung menujukkan jumlah
elemen larik, bukan menunjukkan elemen larik yang ke-4. Jadi elemen larik ujian dimulai
dari angka 0 sampai 3.
Pemrogram juga dapat menginisialisasi larik sekaligus mendeklarasikannya, sebagai
contoh :
int ujian[4] = {90,95,78,85};
Elemen terakhir dari larik diisi dengan karakter ‘\0’. Karakter ini memberitahu
kompiler bahwa akhir dari elemen larik telah dicapai. Walaupun pemrogram tidak dapat
melihat karakter ini secara eksplisit, namun kompiler mengetahui dan membutuhkannya.
Sekarang kita akan membuat daftar beberapa nama pahlawan di Indonesia
char pahlawan[3][15] ;
char pahlawan[0][15] = “Soekarno”;
char pahlawan[1][15] = “Diponegoro”;
char pahlawan[2][15] = “Soedirman”;
Larik diatas terlihat berbeda denga contoh larik pertama kita. Perhatikan bahwa pada
larik pahlawan memilih dua buah tanda kurung [ ][ ]. Larik seperti itu disebut larik dua
dimensi.
         Tanda kurung pertama menyatakan total elemen yang dapt dimiliki oleh larik
pahlawan dan tanda kurung kedua menyatakan total elemen yang dapat dimiliki setiap
elemen larik pahlawan. Dalam contoh diatas, tanda kurung kedua menyatakan karakter
yang menyatakan nama pahlawan.

 MENGHITUNG JUMLAH ELEMEN ARRAY
        Karena fungsi sizeof() mengembalikan jumlah byte yang sesuai dengan
argumennya, maka operator tersebut dapat digunakan untuk menemukan jumlah elemen
array, misalnya
int array[ ] = {26,7,82,166};
cout<<sizeof(array)/sizeof(int);
akan mengembalikan nilai 4, yaitu sama dengan jumlah elemen yang dimiliki larik.
  
 MELEWATKAN ARRAY SEBAGAI ARGUMEN FUNGSI
       Larik dapat dikirim dan dikembalikan oleh fungsi. Pada saat larik dikirim ke dalam
fungsi, nilai aktualnya dapat dimanipulasi.